الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي

SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS

(Catatan dalam Ibarat Sekuntum Bunga Dari Taman Firdaus ini, diuraikan tentang Nama-Nama Guru dari Beliau serta dijelaskan pula tentang Hakekat Mursyid)

P R A K A T A

SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS

SABDA RASULULLAH S.A.W.

اذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالو وما رياض الجنة قال حلاق الذكر

Idzaa marartum biriyaadhil jannati, farta'uu; Qaaluu : Wamaa riyaadul jannati?Qaala : HILAQUDZDZIKRI

Artinya : "Apabila kamu melalui Taman Syorga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya!“Bertanya Para Sahabat : Apakah Taman Surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul : "Yaitu Halqah-Halqah Dzikir”. (Halqah-Halqah ialah bundaran orang banyak duduk berkeIiling)” (Hadits Riwayat At Tarmizi).

Para Pembaca Yang Budiman,

Assalamu'aIaikum Wr. Wb.

Dengan bismillah dan dengan sebuah Hadits Rasulullah S.A.W. kami telah mulai Prakata ini.

Kami, dari Fakultas Ilmu Kerohanian & Metafisika Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, bersama ini mempersembahkan, Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus, sebagai sambutan dan sekaligus sebagai Tangkisan dari fitnah yang mengancam akan mematikan, yang mengancam akan menghapuskan Amalan Agung Kalimatullahi hiyal ulya, yang berada di Bumi Kerajaan Malaysia.

Kami tidak menyerang si Penyerang atau si Tukang Fitnah kembali, walaupun ia menyerang kami dan Amalan kami itu dengan pukulan-pukulan maut yang benar- benar dapat mematikan, berhubung kami sadar, bahwa saudara kami itu tidak sadar dan tidak mengerti, apa dan siapa yang diserangnya sebenarnya. Oleh karenanya, kami masih menganggap dia bukan musuh kami, karena musuh kami adalah nyata dan tertentu, yang paling utama musuh kami ialah Kafir Harbi, Dajjal dan Ya’jud Ma’jud, yang berada dalam diri dan di luar diri Manusia.

Kalau mereka ini yang menyerang, tanpa berpikir panjang lagi, pasti kami serang kembali dengan segala kemampuan yang ada pada kami. Tetapi serangan dari saudara kami tersebut di atas,walaupun maksudnya untuk menghancurkan nama baik Pribadi kami sendiri dan menghapuskan Amalan Agung Dzikrullah, yang dimohonkan oleh saudara-saudara kami di Malaysia untuk dikembangkan di sana, demi kelestarian hidup para saudara-saudara kami itu di Malaysia, namun serangan-serangan itu, semua serangan-serangan dahsyat itu, kami sambut dengan Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus.

Semoga Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus ini, yang berisikan Komentar Singkat Tentang Peramalan Thariqat dan lain-lain yang perlu, dapat menyadarkannya dan memandang Thariqatullah itu dari sudut yang seindah-indahnya dan sebenarnya, karena ia adalah Bunga dari Taman Firdaus, seirama dengan Hadits Nabi yang tertera di atas dan yang kami ulangi di bawah ini :

اذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالو وما رياض الجنة قال حلاق الذكر

Idzaa marartum biriyaadhil jannati, farta’uu Qaaluu : Wamaa riyaadul jannati? Qaala : HILAQUDZDZIKRI

Artinya : "Apabila kamu melalui Taman Surga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya!”.Bertanya Para Sahabat : Apakah Taman Surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul : "Yaitu Halqah-Halqah Dzikir”. (Halqah-Halqah ialah Bundaran orang banyak duduk berkeliling).( Hadits Riwayat At Tarmizi).

Sebuah lagi Hadits Rasulullah SAW.

بدأالاسلام غريبا وسيعود كما بدأ غريبا فطوبى للغرباء

Bada-al islaamu ghariiban wa saya'uudu kamaa bada-a ghariiban fathuuba lil ghurabaa-i.

Artinya : "Permulaan Islam ini asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing". (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Konklusi : Bukankah sudah pula wajar dan sepatutnya, jika seorang Mukmin Sejati, yang benar benar taqwa pada Allah, yang sangat hampir pada Allah yang Maha Akbar dan Maha Keramat, bukankah sudah semestinya dan sewajarnya, bila ianya mampu dan dapat menunjukkan sebagal Mukmin Sejati yang diakui Allah sederetan duduknya dengan para Rasul. (QS.Annisa' Ayat 69) mampu mengeluarkan dan menunjukkan bukti-bukti nyata dari Kebesaran-kebesaran Allah itu, yang meng-imbas keluar dari dalam dirinya, hal mana dianggap pula oleh sebahagian" orang Islam konyol" ( = yang tak ber-iman) pada akhir Zaman ini sebagai “Sihir” pula ! Masya Allah !!

Benar-benar sesungguhnya ini adalah mengherankan dan mengharukan sekali. Sama saja halnya seperti Abu Lahab yang menganggap “Sihir” bukti-bukti Kebesaran Allah, yang dikeluarkan dan diperlihatkan oleh Rasulullah S.A.W. Sebuah Ayat AlQur’an :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS.AlHujurat:12)

Firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mencela kaum yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka yang mencela. (QS.AlHujurat :11)

Dan, Islam itu adalah sangat tinggi, sangat dalam, adakalanya dianggap "misterius" (penuh misteri, penuh rahasia, justru karena sangat tinggi dan dalam-Nya.

Sabda Rasulullah S.A.W. pada sebuah Hadits Nabi:

الإسلام يعلوا ولا يعلى عليه

Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ‘alayhi.

Artinya: "Islam adalah sangat tinggi, tiada yang dapat melebihinya". (Hadits Riwayat Bukhari).

Dan oleh karena itu pula Ayat AlQuran :

Man yahdillaahu fahuwal muhtadi wa man yudhlil falan tajida lahuu waliy-yan mursyidaa.

Artinya : “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, diaIah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan Nya sesat, maka tidak ada seorang Pemimpin pun yang memberinya petunjuk". (QS.Al Kahfi : 17). .

Kemudian disebut pula, bahwa Islam itu adalah sangat ilmiah .

Hadits Nabi:

الإسلام علمي وعملي

Al islaamu 'ilmiyyun wa ‘amaliyun

Artinya : "Islam adalah ilmiah dan amaliah." (Hadits Riwayat Bukhari).

Konklusi : Al Islam adalah "Makanan" para Sarjana-sarjana Besar yang beriman, bukan untuk "Sontoloyo dalam Islam".

Kemudian sebuah Hadits lagi : Abu Dzar ra. berkata : Nabi S.A.W. Bersabda : Allah Ta'ala Berfirman :

يا عبادي كلكم ضال الا من هديته

Yaa ‘ibadii kullukum dhaallun illaa man hadaituh

Artinya : ”Sesat engkau sekalian, hatta yang Ku beri Taufiq" (Hadits Qudsi)

Firman Allah :

Wa qaliilun min ‘ibaadiyasy syakuur

Artinya : "Dan sedikitlah Para Hamba - Ku yang benar-benar bersyukur "(QS. Saba’:13)

Akhirul kalam sebagai illustrasi :

Mohon pula diperhatikan : Seorang Tukang Kandang Ayam di Kampung yang hanya pandai membuat Kandang Ayam, tidaklah dapat disamakan dengan seorang Arsitek atau Insinyur, yang mampu membuat Gedung dan Besi Beton yang 100 (seratus) tingkat tingginya.

Dukun yang buta huruf di Kampung, yang tidak hygienis, tidaklah sama dengan seorang Doktor Medis yang pakar, yang dapat memindah-mindahkan Jantung atau Mata dan lain-lain. Mohon pula diperhatikan : Tidaklah pula mungkin serupa Thariqat-Thariqat yang di Kampung-Kampung yang tidak ilmiah jika dibandingkan dengan llmu Tasawwuf dan Sufi serta I’tikafnya, sebagai praktek dalam Laboratorium Spirituil, dalam Mental Spirituil & Health Centre dari Fakultas llmu Kerohanian & Metafisika Universitas Pembangunan Panca Budi yang sampai sekarang hanya baru ada satu-satunya di Dunia, yang telah membuktikan Manfaat yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya, dari Kalimah Allah yang Maha Agung, terhadap jutaan Umat Manusia dalam dan luar negeri selama + 35 tahun ini dalam menyelesaikan Problema-problema besar dan berat di Dunia dengan Sukses dan gilang- gemilang, seperti Pemberantasan- pemberantasan Narkotika, Kenakalan-kenakalan Remaja, memberantas penyakit-penyakit gigih seperti Cancer, Leukomia dan lain-lain dan Penyelesaian Ribuan macam Problema Hidup, yang aneh-aneh yang dapat diselesaikan dengan tuntas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, oleh Energi Maha Ultra-Sonor yang keluar sebagai "BUAH" yang mengagumkan dari Pengamalan Kalimatullahi Hiyal Ulya yang Maha Akbar via Saluran Haq-nya,yaitu Arwahul Muqaddasah Rasulullah S.A.W. (jadi jelas bukan "Sihir"), dengan memakai dasar methodeThariqat Naqsyabandi Murni dari Jabal Qubis Mekkah sebagal methode pelaksanaan teknis-nya.

Kemudian kita dengar pula beberapa buah Hadits Qudsi di bawah ini :

قال الله تعالى : لااله الاالله كلامي وانا هومن قالها دخل حصن ومن دخل حصن امن من عقابي

Qaalallaahu ta’aala: Laa ilaaha illallaahu kalaami wa aana huwa man qaalaha dakhala hishni, waman dakhala hishni aamina min ‘iqaabii.

Artinya : "Laa ilaaha illallah (Kalimah Allah) itu adalah perkataan-Ku dan ia adalah Aku, siapa yang menyebutnya masuklah ia ke dalam Benteng- Ku, siapa yang masuk ke dalam Benteng-Ku, terpeliharalah ia dari segala siksaan-Ku (menyebutnya harus dengan methode ,baru dapat masuk dalam Benteng Allah SWT.)

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقىٰ عَلَى وَجْهِ الاَرْضِ مَنْ يَقُوُلُ اللهُ اللهُ

Laa taquumus saa’atu hattaa laa yabqaa’alaa wajhil ardhi man yaquulu : Allah, Allah.

Artinya : Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah." (HR.Imam Muslim) (Dzikir Allah, Allah jelas dan tegas sebagai penangkal Kiamat jagat ini).

بِسْمِ اللهِ الذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌُ مَا فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّماءِ

Bismil laahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai un maa fil ardhi wa laa fis samaa -i

Artinya : "Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa-apa yang di Langit dan di Bumi ialah bagi orang yang beserta dengan nama-Nya".

Di sini kelihatan pula bahwa Kalimah Allah Benteng yang tidak dapat ditembus oleh tenaga apa saja pun di Bumi dan di Langit, termasuk Neraka Dunia dan Akhirat.

Sudah jelas pemanfaatan Kalimah Allah ini harus melalui suatu methode Spirituil, agar tercapai maqam K H U S Y U K yang mutlak diperlukan untuk itu.

قال ياموس لوان السموات السبع وعامرهن غيروالارضين السبع في كفة ولااله الاالله في كفة مالت بهن لااله الاالله

Artinya : "Dan berfirmanlah Allah : Wahai Musa sekiranya tujuh lapis Langit dan penghuninya selain Aku serta tujuh lapis Bumi diletakkan di samping kata "Laa ilaha illa Allah" disamping yang lain akan lebih beratlah kata Laa ilaha illa Allah. (R. Annada'i ibnu Hibban dan Alhakim serta Abu Ya‘la).

قال إذارأيت عبدي يكثرذكري فأناأذنت له في ذالك وانا احبه وإذا رأيت عبدي لايذكرني فأنا حجبته عن ذالك وانا ابغضه

Artinya: "Firman Allah ta’ala Jika anda melihat hamba-Ku banyak berdzikir (mengingat Aku) maka Akulah yang meng-idzin-kannya ber dzikir dan Aku kasih padanya. Sebaliknya bila anda melihat hamba tidak berdzikir, maka Akulah yang menghijabnya dan Aku benci padanya. (HR. Addaruquthni, dan lbn Asakir).

Akhirul Kalam, izinkanlah kami mensitir ucapan Galileo Galilei : "To explain one word of a wise man, Science sometimes needs one thousand years for it". Disini kami tambahkan "to explain ONE WORD (KALIMAH ALLAH) of GOD, THE ALMIGHTY AND UNLIMITED WISE SUPER-BEING, Science sometimes needs thousands of years for it to explain.

Islamic Religion has proved to be Greatest Blessing ever existed for mankind and humanity in this world and in the here-after. ISLAMIC RELIGION IS SCIENCE OF THE HIGHEST DIMENSION".

Sebagai PENUTUP kami sitir di sini Ayat Alquranul Karim :

Wa allawis taqaamu ‘alath thariiqati la-asqaina hum ma an ghadaqaa

Artinya: "Dan bahwasanya iika mereka tetap berdiri diatas methode yang benar niscaya akan Kami turunkan hujan (rahmat) yang Iebat (nikmat yang banyak) (QS. Jin : 16).

Sekianlah Prakata dari kami, dari Naskah kecil ini, yang berjudul : SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS, yang kami sajikan khusus kepada saudara-saudara kami Kaum Muslimin yang berada di Malaysia.

Alhamdulillahhirabbil ‘Alamin.

Terima kasih.

Wabillahi Taufiq wal Hidayah

Wassalaarnu’alaikum Wr.Wb.

Wassalam kami,

Prof. DR. Haji Kadirun Yahya

Guru Besar Physica - Kimia (Skripsi : Atom dan Nuclear)

Guru Besar Ilmu Metafisika Islam


Medan, 14 Nopember 1982

To whom it may concern.

KOMENTAR SINGKAT TENTANG PERAMALAN THARIQAT NAQSYABANDI

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Izinkanlah kami disini mengemukakan beberapa fakta-fakta yang nyata, yang dapat kita ambil sebagai gambaran mengenai apa kira-kira yang diamalkan di Darul Amin Medan.

1.Peramalan Naqsyabandi yang kami bawakan, telah berumur + 35 tahun lebih, atau di mana kami mulai diizinkan untuk menegakkan Thariqat Naqsyabandiah, adalah selama 35 tahun lamanya; yang kami turunkan adalah persis seperti apa yang telah kami terima dari pada para Guru-guru kami, dengan tidak mengurangi atau menambahi satu zarahpun, karena dakwah itu benar-benar harus amanah di samping siddiq, fathanah, dan tabligh. Karena kami adalah juga seorang inteleletual bahagian ilmu pengetahuan exacta,kimia dan fisika, yang mengajarkan ilmu-ilmu itu sejak tahun 1940, jadi sudah lebih dari 42 tahun lamanya, sedangkan kami diizinkan pula menurunkan Thariqat Naqsyabandi sudah 35 tahun lamanya, sesudah menuntutnya selama + 7 tahun dari para Guru-guru kami, maka kami teliti benar-benar Thariqat Naqsyabandi itu, yang selama ini di seluruh dunia selalu diamalkan secara "misterius"; rupanya ternyata bukan karena wajib dirahasiakan, karena semua dakwah harus kita sampaikan secara terbuka dan wajib disampaikan walaupun kita mengetahui sepotong ayat atau sepotong hadits sekali pun, namun karena Thariqat Naqsyabandi itu adalah sangat halus dan sangat tinggi untuk dapat diuraikan begitu saja. Thariqat Naqsyabandi menuju kepada kedamaian, ke dalam lapisan sebelah dalam dari AlQuranul Karim. Kita mengetahui bahwa Al Islam itu adalah sangat ilmiah dan amaliah dan tidak ada ilmu melebihi akan dalamnya dan tingginya dari Al Islam. Kalau kita bandingkan saja dengan relativiteits teori dari pada Professor DR. Einstein (yang menghasilkan Bom atom, Bom nuclear dll.), sewaktu dilansir ke seluruh dunia, hanya kira-kira 10 orang sarjana saja yang mengerti, apalagi Allah Ta’ala yang maha-maha pintar, tentu dapat dibayangkan bahwa kita tidak akan mengerti semuanya dalam beberapa tahun saja, akan isi dari pada Al quran, kalau digali, ia makin dalam dan makin luas, makin hebat saja, yang semuanya ini akan mengkokohkan iman, kepercayaan kita, hingga tahqiq kepada Allah SWT. Dengan sendirinya akan menambah pula keyakinan kita kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. Atas dasar inilah perlu sekali diuraikan Thariqat Naqsyabandi itu secara ilmiah exact, yaitu atas dasar hukum-hukum matematika, kimia dan Fisika, dan sekaligus dapat diuraikan pula kebesaran-kebesaran dari pada ayat-ayat Al Qur’an dan kebenaran daripada At Thariqat Naqsyabandi. Inilah yang kami uraikan dalam beberapa puluh kitab kami, dan yang paling ilmiah adalah buku-buku Capita Selecta Jiild I dan Capita Selecta Jilid II, dan buku Mendarah dagingkan Sila Pertama Pancasila dan lain-lain, yang mengakibatkan sampai sekarang kami telah menerima beratus-ratus surat penghargaan, bahkan Dewan Mesjid seluruh Indonesia menyatakan akan menyebar luaskan pokok-pokok pikiran yang begitu tinggi dan ilmiah dan yang sangat berharga dan berguna kepada masyarakat; jadi dengan tegas amalan-amalan rukun islam, amalan-amalan yang lain tidak diganggu gugat satu zarah pun, hanya explanation-nya, penerangannya di atas dasar ilmu exact science, yang belum pernah dikupas selama ini, karena belum tiba waktunya di masa lalu. Sekarang di sini semuanya diuraikan atas dasar exact science sehingga tidak dapat dibantah oleh siapa pun akan kebenaran dari pada ayat-ayat Al Qur’an.

Selama ini ayat Qur'an itu kita terangkan, kita uraikan secara ilmu sosial saja, hingga di sana sini masih kurang jelas tetapi kalau dengan ilmu exact science tidak dapat dibantah, dan sangat jelas, ini memang cara penerangan yang baru dalam Islam, namun walaupun baru, tidak dapat dibantah oleh Agama lain sekalipun, karena dia berdasarkan exact science; umpamanya Isra’ Mikraj, ini kita percaya selama ini,kita yakini, tetapi akal kita masih mengatakan kurang jelas, kurang rieel; tetapi jika diuraikan dengan ilmu exact science ianya akan nyata dan tidak dapat ditolak kebenarannya. Begitulah hebatnya Al islam itu, ulasan ilmiahnya dan amaliahnya yang sangat tinggi.

2. Mungkinkah sesuatu uraian ilmiah dari sesuatu amalan dalam islam yaitu pelaksanaan dzikirullah dengan methode Thariqat Naqsyabandi di abad ke 20 ini, dimana teknologi modern telah mencapai tingkat - tingkat yang tinggi-tinggi mungkinkah amalan atau ilmu yang kami uraikan ini yang katanya di Malaysia “sesat” mungkinkah ia dapat bertahan dalam lingkungan kaum intelektual,dalam lingkungan kaum cendekiawan, dalam lingkungan para Ulama Islam yang ilmiawan sudah jelas kalau ia “sesat," pasti ia sudah lama hancur berantakan, jika memang "sesat," karena amalan dan methode "sesat” itu, bukan saja durhaka kepada Allah SWT., tetapi juga durhaka kepada Ilmiah itu sendiri dan durhaka pula kepada masyarakat dan perikemanusiaan; dan pasti jelas negatif akan hasilnya; tidak mungkin amalan yang "sesat," yang "durhaka," akan dapat berkembang subur di tengah-tengah lingkungan intelektual, di tengah-tengah masyarakat yang begitu kritis dan ilmiah di abad 20 ini, di mana kita telah mencapai ilmu tenaga-tenaga Atom, Nuclear, Sinar Laser dan sebagainya ! ilmu "sesat" itu pasti telah lama hancur berantakan, karena durhaka kepada Allah, durhaka kepada manusia, durhaka kepada ilmiah; tetapi sebaliknya ternyata, tambah hari tambah berkembang.

Para Professor-Professor, Sarjana-Sarjana yang kenamaan mendukungnya sehebat-hebatnya. Coba baca saja Pidato Menteri Agama R.I. tahun ini juga, dan lihat-lah nama-nama Professor-Professor Internaslonal itu, semuanya bukan orang bodoh-bodoh, dan staf-staf kami adalah Sarjana-sarjana Agama Islam, Mufti-mufti,apakah mereka membiarkan begitu saja ijtihad yang salah, yang durhaka, yang sesat? Bahkan mereka telah mengamalkannya, membenarkannya, jika para intelektual-intelektual dari masyarakat yang berakal, sehingga amaliah ini mendapat berkah yang sebesar-besarnya dari Allah SWT, karena di situ keluar hikmah, siar maha hebat dari pada AlIslam Mulia Raya, yaitu kedahsyatan Kalimah Allah sebagai teras inti dari pada Al Islam itu sendiri, ia menunjukkan dengan nyata akan kebesaran-Nya, paralel dan sejajar dengan benda mati yang tenaga dahsyatnya tersimpan dalam atomnya yang halus, yang hanya dapat dikeluarkan dengan methode yang terletak dalam Ilmu fisika dan kimia, bukan terletak dalam Ilmu perdata, pidana atau Fiqih; begitu juga kedahsyatan kekuatan atom Kalimah Allah itu, kehebatan Kalimah itu yang merupakan senjata dan benteng maha dahsyat Al Islam Mulia Raya hanya dapat dikeluarkan dengan methode yang terletak dalam Ilmu sufi dan tasawwuf yang methode peramalannya dinamakan Thariqat, methode mana bukan terletak dalam Ilmu fiqih.

Apakah pendapat-pendapat para Professor-Professor, Doktor-Doktor, Mufti-mufti yang di Indonesia, yang telah mengenal kami dan yang telah mengenal amalan ini dan mengenal uraian ini yaitu menguraikan methode pelaksanaan teknis dari pada peramalan Kalimah Allah, Sarjana-sarjana yang berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus orang banyaknya, dapat seimbang dihadapkan kepada paham “seseorang” manusia di Malaysia yang tidak mengenal akan dasar-dasar ilmiah amalan-amalan itu, yang tidak mengenal akan pribadi kami luar dalam, yang hanya mungkin mengenal Islam secara fiqih saja sedangkan Islam itu bukan fiqih saja, dan bukan Tasawwuf dan Sufi saja, tetapi Islam meliputi kedua-duanya.

Mungkinkah paham “seseorang" itu yang tidak mengenal kami, hanya mengenal amalan kami dari jauh, dari segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab, dapat dihadapkan dengan para ahli tersebut di atas, mufti-mufti kami di sini, Professor-Professor kami di sini. Itu sudah jelas tidak fair. Mungkinkah adil "seseorang” mengambil kesimpulan dan analisa tentang sesuatu Ilmu yang sangat dahsyat yang tidak diketahuinya, tentang Ilmu yang tidak dipahaminya? Apakah dia mengangap Islam itu sudah dikuasainya dalam segala liku-liku, segala lapisannya? MasyaAllah ! apakah bukan ini jatuh pada fitnah yang sangat keji yang diancam Allah dengan neraka dunia dan Akhirat ! apakah dia tidak takut untuk membatalkan,mengharamkan yang benar, menyalahkan yang benar yang tidak diketahuinya ! Ini sungguh-sungguh sangat berbahaya !!

3. Kenyataannya kian hari, kian minggu, kian bulan amalan ini bertambah subur,bertambah-tambah mendapat banyak dukungan dan mendapat banyak sekali kemenangan dalam hidup yang telah diraihnya, dalam hidup berumah tangga, dalam ber-ekonomi, dalam hidup kejiwaan, dalam pemberantasan penyakit-penyakit, karena Kalimah Allah akan membersihkan, akan mengobati segala-galanya, akan membenteng segala-galanya, Kalimah Allah yang diamalkan secara ilmiah, dengan methode teknik yang selama ini terpendam, yang mengangkat manusia yang telah mengamalkan dzikrullah Kalimah Allah, dunia yang baru, dunia gilang gemilang, dunia kemenangan yang sebesar-besarnya, amalan agung yang tertanam dalam AlQur'an, yang selama ini terpendam, hilang dan kabur di seluruh dunia. Maka itu sebabnya Kaum Islam selalu kalah dalam perjuangannya, di mana-mana kaum Islam kalah, bahkan bukan kalah saja, tetapi berbunuh-bunuhan pula, tidakkah kita lihat sekarang seluruh dunia bahwa negara Arab saja tidak bisa bersatu? dimana salahnya ini, sudah jelas kita sudah"selip", tidak sempurna mengamalkan Al Islam itu, karena tidak mampu lagi menguasai teknik Amalan Kallimatulahi hiyal ulya tidak menguasai lagi methode menyebut Kalimah Allah itu. Kalau dikuasai tekniknya bukan main hebatnya. Semua ini akan menjadi kenyataan yang sehebat-hebatnya, senjata dahsyat di tangan orang Mukmin, yang selama ini hanya merupakan "cerita" belaka, sehingga tidak dapat dimanfa'atkan sama sekali. Hanya ilmu inilah yang kami uraikan, hanya ilmu inilah yang kami kupas dengan ilmiah yang setinggi-tingginya yang "ia" si manusia di atas tadi tidak mengenalnya sama sekali.

4. Mungkinkah kami sebagai seorang keturunan raja, sebagai seorang bangsawan tinggi pula, yang mempunyai ratusan acre tanah, puluhan rumah gedung- gedung kami, yang tidak pernah korupsi dalam pemerintah Republik Indonesia selama 35 tahun, yang membelanjai anak yatim, ribuan anak yatim secara bergilir beratu-ratus banyaknya terus menerus dalam 27 tahun terakhir, dan berbuat kebajikan siang malam terhadap ratusan ribu manusia dengan cuma-cuma yang menumpahkan seluruh harta dan kekayaan kami kepada perikemanuasiaan sebagai abdi kami kepada Allah,mungkinkah mau merusak hidup kami dengan mengeluarkan ijtihad yang sesat/amalan durhaka yang merusak? tetapi ternyata benar, dan disambut oleh seluruh masyarakat intelektual umum, intelektual Agama, inilah dia yang kami hadapkan kepada paham"ia" yang memecah belah ukhuwah Islamiah yang begitu indah, ini hanya dapat dilaksanakan sadar atau tidak oleh orang-orang musuh-musuh Islam, komunis atau Jahudi dan Iain-lain. Amalan Thariqatullah, amalan dzikirullah tidak satu zarah kami ubah, tetapi penguraian ilmiahnya atas dasar exact science yang tidak dapat dibantah oleh para intelektual. Pada exact science dapat diambil percobaan, dapat dibuahkan demi keselamatan Al Islam dan kaum Muslimin diseluruh dunia. Apakah amalan yang begini hebat harus dicegah, dibasmi, atau dibunuh? siapa yang akan berani memikul akan dosanya? kami tidak mengupas fiqih, itu sudah selesai, rukun Islam sudah selesai, sezarah tidak dikupas, semua telah selesai, oleh sebab itu mata kami benar-benar terbelalak, sewaktu "ia' mencari yang tidak-tidak di belakang kami, kami benar-benar heran seribu kali heran, kami orang Islam sejati, kami bukan Syi'ah, juga bukan Qadian atau Lahore, kami bukan membawa Thariqat palsu, kami bukan menciptakan Thariqat baru kami Islam Ahli Sunnah Wal jama’ah yang bermazhabkan mazhab Imam Syafii yang membawa menurunkan peramalan dzikirullah dengan methode Thariqat Naqsyabandi tulen dari Jabal Qubis Mekah, yang diterangkan secara exact science menurut ilmu teknologi modern. Islam tuan-tuan dan Islam kami persis, sama saja. Hanya kami menggalakkan dzikirullah dengan methode yang dinamakan Thariqat dan menerangkan methode itu dengan cara ilmiah exacta, itulah yang disambut dengan gegap gempita, campur haru oleh masyarakat ramai dan berjuta-juta manusia telah mengambil manfaatnya daripada kebesaran Kalimatullahi hiyal ulya, selama 35 tahun ini, dan untuk penerangan ini semua telah didirikan Universitas Pembangunan Panca Budi dengan 5 Fakultas, a.l. Fakultas Ilmu Kerohanian & Metafisika Islam (dasar ecacta), diakui oleh Pemerintah R.I. pada th. 1961 yang satu-satunya di Dunia.

Namun kami mohon dengan sepenuh harapan agar yang dihormati Pejabat pejabat Agama Malaysia dapat meluruskan mana-mana yang salah dari oknum-oknum penganut dan pengamal, anak-anak kami yang kami kasihi,dari Thariqat Naqsyabandi di Malaysia dan mohon dengan khidmatnya diberikan pelajaran-pelajaran fardhu ‘ain sekurang-kurangnya kepada mereka.

Terima kasih yang sebesar-besarnya, dan teriring mohon ma’af setulusnya pada saudara saya yang agaknya "keliru sedikit" melihat saya. Sekian komentar.

Alhamdulillaahirabbil ‘Alamiin.

Wassalaamualaikum Wr. Wb.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad !

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina maulana Muhammad !

Allaahumma shalii ‘alaa sayyidina wa nabiyyinaa wa habiibina wa syafii`ina wa zukhrina wa maulanaa Muhammad !

Dari seorang hamba Allah yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh jiwa raga dan hartanya berabdi kepada Allah SWT. dalam segi berusaha memenangkan Islam dengan kedahsyatan "atom" Kalimah Allah.

Prof. DR. Haji Kadirun Yahya

Ahli Fisika Kimia (Skripsi : Atom dan Nuclear)

Ahli Tasawwuf dan Sufi.

Catatan-catatan mohon diperhatikan dalam-dalam :

1. Hadits Nabi :

بِسْمِ اللهِ الذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌُ مَا فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّماءِ

Bismil laahil ladzi laa yadhurru ma`as mihi syaiun maa fil ardhi wa laa fis samaa-i.

Artinya : Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa-apa yang di langit dan di bumi ialah bagi orang yang beserta dengan NAMANYA.

2. Hadits Nabi :

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقىٰ عَلَى وَجْهِ الاَرْضِ مَنْ يَقُوُلُ اللهُ اللهُ

Laa taquumus saa'atu hattaa laa yabqa ‘alaa wajhil ardhi man yaquulu Allah,Allah ( Hadits Riwayat lmam Muslim ).

Artinya : Tiada akan datang Kiamat,kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah. (sudah jelas dengan suatu methode,sehingga kekuatan Kalimah yang maha dahsyat dapat dikeluarkan, yang mampu menggalang kiamatnya jagad ini).

3.Firman Allah :

Wa maa ramaita idz ramaita walaa kinnallaaha ramaa (QS.AlAnfal : 17).

Artinya: Bukan Engkau (ya Muhammad) yang melontar, memukul, memanah melainkan Aku (ALLAH).

(Harus dapat kita salurkan (dengan memakai suatu methode) agar kekuatan Kalimah Allah itu langsung mengalir dari Maha Sumbernya terhadap lawan).

4.Firman Allah :

Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid. (QS. Qaaf : 16)

Artinya: Dan Kami lebih hampir kepadanya daripada kedua urat lehernya.

(Tenaga dahsyat Ketuhanan itu sangat dekat sekali pada kita yang harus mampu kita salurkan dengan methode yang tertentu).

5.

Wadzakarasma rabbihii fashallaa (QS.Al A’la : 15)

Artinya : Dzikirlah akan Allah dan tegakkanlah Shalat.

(Dzikir akan Allah dalam Shalat dan dalam segala macam pengabdian dalam hidup kita di Dunia, agar semua pekerjaan dan niat kita itu tak dapat dimasuki setan dan iblis karena selalu hadir dalam hati nama Allah, hingga niat kita itu dan Shalat kita itu khalis mukhlisin). Pelaksanaan ini harus dengan methode.

6. Dan ratusan ayat dan hadits lain-lain.

Barulah ia dapat terwujud dan barulah ia berhasil gilang gemilang!

Dan barulah ia akan mengeluarkan Potensi yang Maha Dahsyat, yang pasti akan berhasil mengangkat penganut Al Islam Mulia Raya sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini. Allahu Akbar!

Kita tutup dengan ayat-ayat :

1.

Waka-ayyin min aayatin fissamaawaati wal ardhi yamurruuna alayhaa wahum ‘anhaa mu’ridhuun.

Artinya: Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah/Kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari pada-Nya (QS.Yusuf : 105).

2.

Wa yadhribul laahul amtsaala linnaasi, wallaahu bikulli syai-in ‘aliim (QS.An Nur : 35).

Artinya : Allah banyak membuat perumpamaan-perumpamaan dalam melipat gandakan petunjuk-Nya kepada manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala-galanya ( = artinya : masih banyak lagi yang harus diriset).

3.

Inna haadzihi tadzkiratun faman syaaa’at takhadza ilaa rabbihii sabiilaa.

Artinya : “Sesungguhnya ini menjadi peringatan. Barang siapa yang hendak mendapat pengajaran, niscaya diambilnya methode untuk menyampaikannya kepada Tuhan” (QS.Al Muzammil : 19)

4.

Wa allawis taqaamu ‘alath thariiqati la-asqainaahum ma-an ghadaqaa. (QS.Jin :16 )

Artinya : Dan bahwasanya jika mereka tetap berdiri di atas methode yang benar niscaya akan Kami turunkan hujan (rahmat) yang lebat (nikmat yang banyak).

5.

مَنْ يَهْدِ اللهِ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًَّا مُرْشِيْدًَا

Man-yahdillaahu fahuwal muhtadi wa man yudhlil falan tajida lahuu waliyyan mursyidaa (QS.Al Kahfi : 17)

Artinya : Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan-Nya sesat, maka tidak ada seorang pemimpin pun yang memberinya petunjuk.

Konklusi :

Siapa yang tak mempunyai mursyid, berarti ia tidak akan mendapat petunjuk/jalan kepada Allah SWT.

6.Perintah Allah dalam Alquran :

Yaa ayyuhhal ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihhil wasiilata wajaahiduu fii sabiilihii la’allakum tuflihuun (QS.Al Maidah :35)

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah pada Allah (termasuk banyak berdzikir dan shalat) dan carilah cara (methode untuk mendekatkan diri pada-Nya) dan berjihadlah (sungguh-sungguhlah berjuang, secara intensiflah beramal) pada jalan-Nya itu (pada methode itu, semoga kamu beruntung/menang).

RIWAYAT DAN NAMA-NAMA GURU-GURU KAMI YANG MULIA :

I. Maulana Saidi Syech Muhammad Hasyim.

Kami berguru pada Beliau selama 7 tahun dari tahun 1947 sampai tahun 1954, sehingga Beliau wafat dipangkuan kami pada lahun 1954.

Beliau mempunyai 3 (tiga) buah ijazah :

  1. Dari Maulana Saidi Syech Ali Ridha Jabal Qubis duduk istiqamah di Jabal Qubis Mekkah.
  2. Dari Maulana Saidi Syech Husain duduk istiqamah di Jabal Qubis di samping Maulana Saidi Syech Ali Ridha.

Dari yang nomor dua ini, Guru kami menerima Statuta dari Thariqat Naqsyabandi yang menatapkan Beliau sebagai Saidi Syech. Dikemudian hari Statuta tersebut diserahkan pula kepada kami, sebagai pengganti mutlak dari pada Beliau pada tahun 1952, dua tahun sebelum Beliau wafat.

Pimpinan suluk seluruhnya telah diberikan kepada kami pada waktu itu dengan penobatan secara resmi, jadi selagi Beliau masih hidup selama dua tahun lagi. Beliau wafat pada umur + 100 tahun. Beliau sempat bermukim di Jabal Qubis membantu Saidi Syech Ali Ridha sekitar tiga tahun lamanya sebelum Beliau kembali ke Sumatera Barat (kira-kira tahun 1917).

3.Selanjutnya ijazah ke 3 (tiga) Beliau, Beliau peroleh dari Maulana Saidi Syech Sulaiman Hutapungkut (jadi nenek Guru saya). Beliau ini adalah Khalifah dari Maulana Saidi Syech Sulaiman Zuhdi Jabal Qubis. Saidi Syech Sulaiman Zuhdi ini adalah Guru dan Ayah mertua dari Maulana Saidi Syech Ali Ridha (lihat nomor 1) dan juga Guru dari Saidi Syech Husain (lihat nomor 2) dan juga Guru dari pada Syech Abdul Wahab Rokan Babusalam Besilam. Disinilah kelihatan tali hubungan kerohanian saya dengan Syech Abdul Wahab Rokan Besilam, yaitu saudara seguru dari nenek guru saya Syech Sulaiman Hutapungkut tersebut di atas .Oleh sebab itu sudah selayaknya saya menaruh hormat kepada beliau, Syech Abdul Wahab Rokan.

Kesimpulan :

Dari Maulana Saidi Syech Muhammad Hasyim saya menerima 2 (dua) buah ijazah:

1. Ijazah Khalifah tahun 1950.

2. Ijazah Syech (Statuta Naqsyabandi) tahun 1952.

II. Guru kami yang kedua: Maulana Saidi Syech Abdul Majid.

Ijazah ke 3 saya peroleh dari pada Saidi Syech Abdul Majid tahun 1949. Sebenarnya Beliau bukanlah Guru saya dalam arti menuntut bertahun-tahun, tetapi saya bersuluk kepada Beliau di akhir tahun 1949 dan dapat meraih sebuah Ijazah dari Beliau. Beliau adalah Khalifah dari Syech Abdul Rahman Batuhampar yang masyhur, dan Beliau ini adalah Khalifah dari Saidi Syech Ismail Simabur Jabal Qubis. Syech Abdul Majid bermukim di Makkah selama 5 tahun, Beliau wafat pada usia 110 tahun.

III. SYECH SYAHBUDDIN SAYUR MATINGGI.

Kami berguru pula pada Maulana Syech Syahbuddin Sayur Matinggi dari sekitar tahun 1943 sampai tahun 1946.

Syech Sahbuddin mempunyai 3 buah Ijazah pula :

1. 1 (satu) buah Ijazah dari Saidi Syech Ali Ridha Jabal Qubis Makkah.

2. 1 (satu) buah Ijazah dari Syech Ibrahim Kumpulan yang masyhur di Bonjol. Syech lbrahim Kumpulan ini adalah Khalifah dari Saidi Syech Sulaiman Al Qarimi Jabal Qubis Makkah.Ayah Mertua dari Saidi Syech Sulaiman Zuhdi.

3. 1 (satu) buah Ijazah lagi, Syech Syahbuddin menerima dari Ayah kandungnya sendiri. Syech yang masyhur di Tapanuli Selatan yang dimasyhurkan dengan nama Beliau Natar, juga turunan dari Jabal Qubis Makkah.

Syech Syahbuddin menuntut di Makkah selama 8 (delapan) tahun, selain Ahli Tasawwuf dan Sufi, Beliau juga seorang Ahli Fiqih yang kenamaan. Syech Syahbuddin wafat pada usia + 90 tahun.

Kemudian ada dua orang Syech besar lagi yang kami selalu bermuzakarah dengan Beliau-Beliau itu selama berpuluh tahun, selagi Beliau-Beliau Guru-Guru saya tersebut di atas masih hidup, yaitu :

1. Syech Muhammad Said Bonjol, Khalilah dari Syech lbrahim Kumpulan tersebut di atas, dan

2. Syech Muhammad Baqi anak kandung dari Syech Sulaiman Hulapungkut tersebut di atas.

Semuanya Syech-Syech Besar yang tersebut di atas sebagai Pewaris-Pewaris dari Ilmu Kerohanian Rasulullah SAW dengan izin dan ridha Allah, dengan nyata menerima keistimewaan-keistimewaan yang benar-benar mengagumkan.

Kesimpulannya, untuk menegakkan Thariqat Naqsyabandi kami mempunyai 4 (empat) buah Ijazah dari Guru-Guru Besar Ilmu Tasawwuf dan Sufi tersebut di atas yang semuanya adalah merupakan langsung turunan-turunan dari Jabal Qubis atau yang jalurnya langsung juga semuanya ke Jabal Qubis.

Selain dari pada ini, tidak ada yang lain lagi1 dan hampir semua Guru-Guru yang tersebut di atas, adalah yang terbanyak berasal dari Sumatera Barat Minangkabau dan kami sendiri bermukim di Sumatera Barat sekitar 10 tahun lamanya dan istri saya adalah dari Sumatera Barat (Hajjah Ummul Habibah, seorang Guru Ilmu Fiqih).

Kebetulan pula, karena kami di samping menerima pendidikan Ilmu Kerohanian seperti diuraikan di atas, juga selama berpuluh-puluh tahun pula menuntut ilmu ilmiah Science dari Dunia Barat, maka kami dengan system riset yang sangat ilmiah, secara mendalam dan halus sekali, meriset pula akan ilmiahnya pelaksanaan Dzikrullah dalam Thariqat Naqsyabandi dan ternyata Kalimat Allah itu bukan main halus dan ilmiahnya, tidak kalah dengan dasar-dasar theorie hebat Relativiteit dari Prof. DR. Einstein, dalam pengeluaran tenaga Atom dan Nuclear yang sangat dahsyat, yang dapat dikeluarkan dari suatu benda materi, namun sungguh – sungguh Maha Hebat pula dan jauh lebih dahsyat lagi dari tenaga Atom dan Nuclear tersebut ialah tenaga yang keluar dari Peramalan Kalimah Allah dengan methode Thariqat Naqsyabandi yang mampu membendung kiamat jagad ini.

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقىٰ عَلَى وَجْهِ الاَرْضِ مَنْ يَقُوُلُ اللهُ اللهُ

"Laa taquumus saa'tu hattaa laa yabqaa 'alaa wajhil ardhi man yaquulu : Allah, Allah".

Artinya : “Tiada akan datang Kiamat kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah. (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Sebagai penutup dapat pula dijalaskan di sini, bahwa sebenarnya dan sesungguhnya, do’a-do’a dari pada nenek-nenek kami dari kedua belah pihak, yaitu dan pihak Ibu kandung dan Ayah kandung kami, yang kelihatannya berkesan dan makbul sekali, yaitu do’a-do‘a dari nenek Syech Abdul Manan dari pihak Ibu kami dari Kerajaan Sipirok Godang Tapanuli Selatan dan do'a-do’a dari nenek kami Syech Yahya dari pihak Ayah kandung kami dari Kerajaan Sikarang-Karang Padang Sidempuan Tapanuli Selatan.

Sekianlah kiranya sekelumit Riwayat singkat dari Guru-Guru kami dan lain-lainnya, sekedar untuk menghindarkan agar jangan ada simpang siurnya, untuk dimaklumi seperlunya. Terima kasih.

Medan, 14 Nopember 1982,

( Prof. DR. Haji Kadirun Yahya)

Akhirul kalam,

I. Kami sebagai pengamal Dzikrullah melalui methode Thariqat Naqsyabandi, yangThariqat Naqsyabandi itu adalah Thariqatul Ubudiah, dimana kita selalu berdo’a : ilahii anta maqshudii waridhaaka mathluubii, dimana kita selalu dididik agar selalu ubudiyah, sudah jelas dan terang pulalah, bahwa kami tidak mempunyai satu cita-cita duniawi apa pun dan tidak mungkin akan meng "CLAIM" apa sajapun, dari siapa sajapun, kami hanya bermohon kehadirat Allah SWT , agar kiranya Allah SWT. berkenan melimpahkan sedikit saja Muhibbah-Nya pada kami dan diperbolehkan kami ta' lekang-lekangnya, tak Iepas-lepasnya, berpegang kepada Jubah Rasulullah SAW. = (ajaran—ajaran Rasulullah SAW.)

II. Kami menghaturkan terima kasih kepada pusat pengajian Agama Islam di Malaysia, yang telah mengadakan "Social Control", dan yang sebenarnya inilah yang kami idam-idamkan, yang kami inginkan, agar Jema’ah Dzikrullah di Malaysia berdiri tegas dan jelas, di atas syari’at yang mulia dari Al Islam dalam mengamalkan dzikrullah dengan methode Thariqatullah.

Semoga terwujudlah kiranya cita-cita kami yang bermaksud membawakan kelestarian kehidupan beragama Islam melalui dzikirullah dalam Islam,guna menyuburkan ukhuwah islamiyah yang semulia-mulianya dan setinggi-tingginya, jadi jelaslah bukanlah maksud kami untuk menimbulkan "huru-hara” atau "pengacauan” dan lain-lain yang negatif, tetapi menunjukkan kedahsyatan yang terpendam dalam Kalimah Allah, yang akan memenangkan perjuangan hidup kaum Muslimin di dunia, di atas dasar syari’at Islam dan Thariqatullah,Dzikrullah yang sekhalis-khalisnya.

Ayat Al Quranul Karim :

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabayyanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin fatushbihuu ‘alaa maa fa'altum naadimiin.

Artinya :

"Hai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya kamu jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaannya, sehingga kamu akan menyesal atas kecerobohanmu itu". (QS.Alhujurat : 6).

Kesimpulan :

a. Apalagi jika berita itu datangnya dari seorang Islam Sejati! Dan seorang yang benar-benar ahli pula dalam bidangnya!

b. Perlu sekali diselidiki akan sesuatu hal sedalam-dalamnya dan seseksama mungkin dengan ilmu yang dalam, halus dan tinggi pula yang ada pada kita, sebelum diambil keputusan-keputusan yang menentukan apalagi yang menyangkut soal-soal Agama Islam! sebagai Proyek Allah Ta’ala Yang Maha Tinggi, yang sungguh·sungguh dalam, halus dan sangat tinggi sekali.

c. Karena, kalau kita telah mengambil keputusan, umpamanya yang benar disiarkan sebagai berita bohong, atau sebagai sesuatu yang salah, karena kurang selidik, atau kurang mampu menyelidik alangkah celakanya kita ini, dan bukan main hebat kutuk Allah jatuh pada kita, karena kita telah jatuh pada fitnah yang sangat keji, menyebarkan yang haq sebagai berita bohong, yang diancam dengan Neraka Jahanam Dunia Akhirat !!

d. Di abad ke 20 kita ini, dimana teknologi modern telah mencapai puncaknya yang setinggi-tingginya, sudah jelas cara berpikir kita sekarang ini bukanlah seperti cara berpikir dalam zaman Galileo Galilei lagi, di mana suatu ilmu yang belum dikenal2 lantas diharamkan saja, dan orangnya serta merta "dikejar-kejar” sedangkan ilmu itu 300 tahun di belakang Galileo Galilei dibuktikan kebenarannya oleh Copernicus, seorang ahli Fisika dan Filosof. Galileo Galilei pernah berkata : To explain one word of a wise man, science sometimes needs one thousand years for it. Kami tambahkan to explain one word of God, science sometimes needs thousands of years for it to explain islamic Reilgion has proved to be theGreatest Blessing ever existed for mankind end humanity in this world and in the here-after.islamlc Religion is science of the highest dimension.

TENTANG HAL MURSYID

M u r s y i d antara lain artinya orang yang memimpin atau Pimpinan Peramalan.

Ayat Alquran berbunyi :

مَنْ يَهْدِ اللهِ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًَّا مُرْشِيْدًَا

Man yahdillaahu fahuwal muhtadi wa man yudhlil falan tajida lahuu waliyyan mursyidaa. (QS.Al Kahfi : 17).

Artinya : "Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan-Nya sesat, maka tidak ada seorang Pemimpin pun yang memberinya petunjuk”.

Mursyid sebagai pimpinan Peramalan dalam berdzikrullah pada H A K I K A T N Y A adalah S A H A B A T (Rohani) yang sangat akrab sekali dengan (Rohani) kita, yang bersama-sama, tak bercerai-cerai, ber-iring-iringan, berimam-imam melaksanakan Dzikrullah menuju kehadirat Allah SWT, guna memperoleh keridhaan Allah SWT.

Ayat Alquran :

Waman yuthi’illaaha warrasuula fauulaa-ika ma'alladziina an ‘amallaahu ‘alaihim minannabiyyiina wash shiddiqiina wasy syuhadaaai wash shalihiina wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa.

Artinya : "Barang siapa menta’ati Allah dan Rasul, maka mereka itu bersama-sama dalam deretan orang-orang yang diberikan Allah Kurnia kepada mereka yaitu Nabi-Nabi, orang-orang yang benar, orang-orang syahid dan orang-orang yang shaleh.Adalah sebaik-baiknya bersahabat dengan mereka" (QS.Annisa’: 69).

Komentar :

Bersahabat dalam arti bukan saja semasa hidup di dunia yaitu antara jasmani dengan jasmani, tetapi yang lebih penting, yang selalu dilupakan, adalah bersahabat antara rohani dengan rohani, yang merupakan persahabatan yang tidak akan bercerai-cerai dan akan tetap bersahabat, walaupun mungkin yang seorang telah mendahului berpulang ke alam baka dan telah menjadi penghuni Surga pada sisi Allah SWT. Karena mereka yang sederetan duduknya dengan para Nabi, Syuhada, Sholihin, pastilah pada akhir katanya tak mungkin lupa menyebut/mengingat akan ALLAH, karena selama hayatnya di dunia dzikirullah itu telah dilatihnya sedemikian rupa, sebanyak-banyaknya dan tak henti-hentinya,istiqamah, dengan methode yang tepat, sehingga dzikrullah itu telah meraga sukma dalam dirinya, tembus hingga ke alam di bawah sadar dan alam di atas sadarnya.

Sesuai Hadits Qudsi :

1.

من كان اخرالكلامه لااله الا الله دخل الجنة

"Man kaana aakhiru kalaamihi laa ilaaha illallaah, dakhalal jannah".

Artinya : Barang siapa yang pada akhir katanya Laa ilaaha illallah, masuklah ia ke dalam surga.

2. Ayat Quran :

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Wa'lamuu annallaaha ma’al muttaqiin.

Artinya: Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang taqwa (QS.Attaubah : 36).

Kesimpulan :

a. Besertalah selalu dengan orang taqwa, karena ALLAH beserta dia.

b. Orang taqwa selalu dipelihara ALLAH dari segala bala dan bencana.

c. Kalau kita masih kalang kabut, tandanya kita belum taqwa, belum disertai ALLAH.

3. Hadits Nabi :

كن مع الله فإن لم تكن مع الله كن مع من مع الله فإنه يصيلك الى الله

Kun ma'allaahi fain lam takun ma'allaahi fakun ma'a man ma'allahi fainnahu yu-shiluka ilallaah. (Rawahu Abu Daud).

Artinya: Adakanlah (jadikanlah!) dirimu itu beserta Allah, jika engkau (belum bisa) menjadikan dirimu beserta Allah, maka adakanlah (jadikanlah) beserta orang-orang yang beserta Allah, maka sesungguhnya, (orang itulah) yang menghubungkan engkau kepada Allah. (yaitu Rohaninya). (H.R. Abu Daud).

4. Ayat AlQuran :

مَنْ يَهْدِ اللهِ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًَّا مُرْشِيْدًَ

Man yahdillaahu fahuwal muhtadi wa man yudhlil falan tajida lahuu waliyyan mursyidaa. (QS.Al Kahfi : 17).

Artinya : "Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan-Nya sesat, maka tidak ada seorang Pemimpin pun yang memberinya petunjuk”. (Siapa yang tak mempunyai Mursyid, berarti dia tidak akan dapat petunjuk/jalan pada Allah SWT).

SYARAT-SYARAT SEBAGAI MURSYID

Syarat-syarat atau kriteria bagi seorang Mursyid adalah amal berat sekali kalau saya ditanya, apakah saya telah memenuhi syarat-syarat untuk Mursyid itu, maka jawabannya adalah amat berat sekali untuk mengatakan "ya", atau kalau mau jawaban yang murah saja : "tidak tahu”, karena bukanlah saya yang harus menilai kwalitas saya sendiri, begitulah beratnya kriteria untuk Mursyid itu. Namun, saya melaksanakan tugas saya dengan sepenuh tenaga, dengan sepenuh jiwa raga, dengan hal yang sebulat-bulatnya, saya laksanakan suruh dari pada para Guru saya, yang juga merupakan suruh dari pada Allah dan Rasul, yaitu untuk menegakkan dzikrullah dalam diri pribadi saya dan dalam diri umat, jadi Beliu-beliau yang di ataslah yang menilai akan diri saya.

Nah, di bawah ini kita lukiskan syarat-syarat yang diperlukan untuk seorang Mursyid, agar supaya kita secara garis besar mempunyai pedoman ala kadarnya untuk itu,sebagai gambaran yang agak rieel, yaitu :

1. Pilih Guru kamu yang Mursyid, (dicerdikkan Allah SWT) bukan dicerdikkan oleh yang lain-lain dengan idzin dan ridha Allah, karena Allah.

2. Yang Kamil lagi Mukamil (sempurna dan menyempurnakan), diberi kurnia oleh Allah.

3. Yang memberi bekas pengajarannya (kalau ia mengajar atau mendo’a berbekas pada si murid, si murid berobah ke arah kebaikan) berbekas pengajarannya itu,dengan izin dan ridha Allah, Biiznillaah.

4. Yang masyhur kesana kemari, kawan dan lawan mengatakan, ia seorang Guru Besar.

5. Yang tidak dapat dicela oleh orang yang berakal akan pengajarannya, yaitu tidak dapat dicela oleh Hadits dan Quran dan oleh llmu pengelahuan (tidak bersalah-salahan dangan Hadis, Quran dan akal).

6. Yang tidak kuat mengerjakan yang harus, umpamanya membuat hal-hal yang “tidak murni halalnya”.

7. Tidak setengah kasih kepada dunia, karena bulatnya hatinya, kasih kepada Allah. Ia ada giat bergelora dalam dunia, bekerja hebat dalam dunia, tetapi bukan karena kasih kepada dunia itu, tetapi karena prestasinya itu adalah sebagai abdinya kepada Allah SWT dalam hidupnya.

8. Mengambil ilmu dari "Polan" yang tertentu, Gurunya harus mempunyai tali yang nyata kepada Allah dan Rasul dengan Silsilah yang nyata.

Inilah dia 8 (delapan) syarat yang sangat berat bagi seorang Mursyid. Kemudian diawah ini, kita turunkan beberapa ayat dan hadits-hadits Rasulullah SAW, yang dapat juga dipakai sebagai gambaran atau petunjuk bagi kita mengenai kwalifikasi seorang Mursyid.

Yang sudah jelas, ianya haruslah seorang Mukmin sejati.

Di bawah ini kita lihat : Kalau seorang Mursyid itu telah memenuhi syarat-syaratnya, maka sudah jelaslah, segala janji-janji Allah terhadapnya pasti dipenuhi Allah SWT," umpamanya antara lain Hadits Nabi :

يشفع يوم القيامةالأنبياءثم العلماء ثم الشهداء

Yasyfa'u yaumal qiyaamatil anbiya-u tsummal ‘ulamaa-u tsummasy syuhadaa-u.

Artinya: Yang memberi Syafa’at di hari kiamat ialah : para Nabi,ULAMA dan para SYUHADA. ( Hadis yang dirawikan Ibnu Majah).

Juga ia telah menerima seperti yang difirmankan Allah di dalam Alquran :

Nuurun ’alaa nuurin, yahdillaahu linuurihii man yasyaaa-u

Artinya : ....... Nur ilahi berdampingan Nur Muhammad, itulah diberikannya kepada manusia yang dikehandaki-Nya ..... (QS. An Nur : 35).

9. Kemudian kita lihat lagi apa-apa yang tertulis di bawah ini untuk mengetahui kwalitas-kwalitas seorang Mukmin/Mursyid, sesuai dengan Ayat-ayat Alquran dan Hadits Rasulullah.

1.

"Wa nuriidu an namunna ‘alal ladziinas tudh’ifuu fil ardhi wa-naj’alahum ‘aimmatan wanaj’alahumul waari-tsiin.”

Artinya: "Dan Kami kehendaki dengan nikmat Kami kepada hamba-hamba Kami, di muka bumi lain Kami jadikan mereka menjadi ikutan dan orang penerima warisan." (QS.Al Qashash : 5 ).

2.

"Fa'ulaa-ika ma‘alladziina an’amallaahu alaihim minan nabiyyiina, wash shiddiiqiina wasy syuhadaa-i wash shaalihiin "

Artinya : "Mereka itulah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah seperti para Nabi-Nabi, Siddiqin (Ulama), Syuhada dan Shalihin (Ulama).” (QS.Annisa’: 69 )

3.

"Waja'alnaa minhum aimmatan yahduuna biamrinaa lammaa shabaruu wakaanuu biaayaatinaa yuuqinuun."

Artinya : "Dan Kami jadikan mereka menjadi ikutan untuk menunjuki manusia dari perintah Kami dengan sabar serta yakin dengan keterangan Kami.” (QS.Assajadah : 24)

4.

Ulaa-ikal ladziina hadallaahu fabihudaa humuqtadih."

Artinya : "Mereka itulah orang yang telah diberi Allah petunjuk, maka ikutlah Dia dengan petunjuk itu.” (QS.Al-An’am : 90 )

5.

"Ya qaumanaa ajiibuu daa'iyallaahi wa aaminuu bihii yaghfirlakum min dzunuubikum wayujirkum min adzaabin aliim.”

Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

6.

Ulaaa-ika humul mukminuuna haqqaa. Lahum darajaatun ‘inda rabbihim wamaghfiratun warizqun kariim.

Artinya : "Mereka itulah orang-orang sebenar-benarnya beriman. Mereka mendapat derajat yang tinggi darl Tuhan-Nya, dan ampunan serta rezeki yang mulia." (QS.Al-Anfal : 4 ).

7.

Innalladziina yubaayi ‘uunaka innamaa yubaay ‘uunallaaha, yadullahi fauqa aidiihim.

Artinya :"Barang siapa berjanji teguh dengan engkau sebenarnya mereka berjanji teguh dengan Allah,Tangan Allah di atas tangan mereka. (QS.AlFath :10).

8.

Ittabi'uu man laa yas-alukum ajran wahum muhtaduun

Artinya : "Ikutlah orang yang tiada meminta upah kepadamu itu, karena mereka mendapat pimpinan yang benar." (QS. Yasin :21 ).

9.

Waman yatawallaaha warasuulahu wal ladzina aamanuu fainna hizballaahi humul ghaalibuun.

Artinya : "Barangsiapa yang mengangkat Allah dan Rasul Nya dan orang yang beriman menjadi pemimpinnya, maka adalah ia masuk partai Allah itulah yang mendapat kemenangan (QS.Al Maidah : 56).

10.

قال الله تعا لى: لم يسعني الارضي ولا سماءي ووسعني قلب عبدي المؤمن اللين الوادع

"Qaalallaahu ta’aalaa: Lam yasa’nil ardhii wa laa samaa-i wa wasianii Qalbu ‘abdiil Mukminul layyinul waadi’ "

Artinya : “Allah Ta'aIa berfirman : Tak dapat memuat Zat Ku, bumi dan langit Ku, yang dapat memuat Zat Ku, ialah Hati hamba Ku yang Mukmin, lunak dan tenang (Hadis Qudsi).

11.

"Inna haadzihi tadzkiratun faman syaa-at takhadza ilaa rabbihi sabiilaa."

Artinya : "Sesungguhnya ini menjadi peringatan. Barang siapa yang hendak mendapat pengajaran, niscaya diambilnya methode untuk menyampaikannya kepada Tuhan.” (QS.Al Muzammil :19 )

12.

ان الله قال من عادلي وليا فقد اذنته باالحرب وما تقرب الي عبدي بشيئ احب الي مما افترضته عليه وما يزال عبدي يتقرب الي بالنوافل حتى احبه فإذا احببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصربه ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها ولئن سألني لأعطينه ولئن استعذني لأعيذنه

"Innallaaha qaala : Man‘aadalii waliyyan faqad adzantuhu bil harbi wamaa taqar raba ilayya abdii bisyai-in ahabu ilayya mimmaftaradh tuhu ‘alaihi wamaa yazaali ‘abdii yataqarrabu ilayya binnawaafili hattaa uhibbahuu faidza ahbabtuhuu kuntu sam'ahul ladzi yasma'u bihii wa basharahulladzii yubshiru bihii wa yadaahul latii yabthusyu bihaa warijlahullahtii yamsyii bihaa wa la-in sa-alanii lau'thiyannahuu wa la-innis ta’adzanii la-u’iidzannahuu”

Artinya : "Barangsiapa yang memusuhi seseorang penolong-Ku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya, dan apabila hamba-harnba Ku mangharnpirkan diri kepadaKu dengan sesuatu amalan, tanda lebih kasih ia kepada Ku, dari pada hanya sekedar mengamalkan apa-apa yang telah Ku wajibkan atasnya. Kemudian itu ia terus menerus mendekatkan dirinya kepada Ku dengan amalan-amalan yang nawafil (yang baik), hingga Aku mencintainya. Maka apabila aku telah mencintainya, adalah Aku pendengarannya bila ia mendengar, dan Aku lah penglihatannya bila ia melihat, dan adalah Aku tangannya bila ia mengambil (Melakukan sesuatu), dan adalah Aku kakinya bila ia berjalan, demi jika ia memohon niscaya Aku perkenankan permohonannya, demi jika ia meminta perlindungan pastilah Aku lindungi dia (Hadits Qudsi, diriwayatkan Imam Bukhari).

TAMBAHAN KETERANGAN TENTANG HAL MURSYID DAN

THARIQAT NAQSYABANDI

Yang paling sulit dimengerti bagi orang awam (termasuk kami sendiri + 35 tahun yang lalu) ialah mengenal MURSYlD.

1. Hakikat MURSYID ialah ROHANI GURU/Arwahul Muqaddasah Sang Guru Sang Pemimpin, yang nantinya ternyata adalah SAHABAT (Rohani) yang MAHA SETIA dan Gagah Perkasa yang tak dapat terkalahkan dan lain-lain.

Kita mungkin telah mengetahui juga, atau pernah mendengar, bahwa dalam Islam pada bidang Tasawwuf dan Sufi, terutama sekali yang dikupas ialah soal Roh kita sendiri, yang sudah jelas dan positif, adalah PRIBADI kita sendiri juga, hanya saja PRIBADI kita yang satu itu, tidak kelihatan dengan mata kepala, dengan mata kasar kita sendiri, dengan lain perkataan Roh kita, termasuk sebangsa Alam halus walaupun ia tidak bercerai-cerai dengan jasmani kita selama hayat dikandung badan.

Tetapi begitu kita dimasukkan sebagai jenazah ke Bumi, tempat asal mula ia jadi,maka Sang ROH-pun bercerailah dari pada nya dan Sang ROH pun menyeberanglah ke Alam Baka. Maka mulailah Sang Roh mempertanggung jawabkan segala tindak-tanduknya, segala gerak-geriknya selama ini di Dunia, selama ia diberi alat Jasmani yang komplit dengan segala aparat-aparat pada tubuhnya dan yang sangat sempurna serta sangat indahnya. Dan bukan main pula lengkapnya sebagai “Computer" yang sangat sempurna, Computer yang genius ciptaan Allah SWT untuk dipakai dan dipergunakan oleh Sang ROH itu. Apakah yang telah diperbuatnya selama ia bersama dengan jasmaninya, dengan alat-alatnya yang sangat sempurna itu, dengan alat-alat yang tertinggi, yaitu akal dan pikiran yang bukan kepalang hebatnya, yang mengangkat ia sebagai Raja di atas segala makhluk yang pernah diciptakan Allah SWT di alam mayapada ini?.Apakah ia, dilengkapi dengan alat-alat dan aparat-aparat yang sangat dahsyat tersebut di atas, telah melaksanakan perintah Allah sepenuhnya. Telah melaksanakan fitrah hidupnya dengan sebaik-baiknya, telah mengabadikan segala-galanya, ROHANI dan JASMANINYA, hidup dan kehidupannya untuk Allah SWT sepenuhnya? Apakah ROH itu sebagai penanggung jawab tertinggi dari segala aparaturnya, termasuk akal dan pikirannya dll. telah di-abdikannya segala-galanya terhadap Allah SWT? Apakah sempat pula ia, Sang ROH itu, tertipu oleh AL Iblis Laknatullah, suatu ROH pula yang amat pintarnya, yang amat halus dan hebatnya, yang sangat sakti dan dahsyatnya, bekas Malaikat yang termasuk tertinggi ilmunya, tetapi sayang menyeleweng, sehingga ia menjadi musuh yang tak ada tolok bandingnya sebagai lawan bebuyutan dari semua ROH Bani Adam. Nah, di sinilah letaknya sebenar-benarnya Tempat Pusat Penyelidikan kita yang maha penting, di sinilah letaknya Kunci dari segala-galanya yang menentukan dalam jagat ini, bagi hidup dan kehidupan kita dari Dunia hingga ke Akhirat. Karena, kalau Roh semua manusia sempat dimasuki oleh Al lblis, maka akan karamlah seluruh jagat ini, karena manusia-manusia yang Rohnya dikendalikan oleh lblis pasti akan merusak jagat ini.

Sebaliknya, jika Roh itu terisi oleh K alimah Allah, maka akan jadi Surga-lah jagat ini yang akan berkelanjutan terus sampai ke akhirat. Oleh sebab itu Roh kita itu wajib dan perlu sekali diisi dengan Kalimah Allah. Untuk melaksanakan itu harus ada methodenya atau Thariqatnya yang dinamakan Thariqatullah.

Nama Naqsyabandi diambil dari Maulana Saidi Syech Bahauddin Naqsyabandi, seorang Ulama Besar, yang mengembangkan Thariqatullah ini, sehingga masyhur kesana kemari, karena kelihatan kebesaran, kehebatan dan kekeramatan Kalimah Allah itu, Hikmah dan syiar-nya yang maha dasyat. Jadi bukanlah Beliau yang menciptakan Thariqatullah yang Maha Agung ini.

Sama saja halnya dengan :

1. Ikan Mujahir bukanlah Pak Mujahir yang menciptakan tetapi Pak Mujahir yang menemukannya.

2. Hukum Newton, hukum Lavoisier, hukum Dalton dan semua hukum-hukum llmu Alam dan Kimia, bukanlah Sarjana-sarjana yang menciptakannya, tetapi Sarjana-sarjana tersebutlah yang menemukannya, sesudah mengadakan riset yang mendalam dan bertahun-tahun kepada alam itu sendiri.

Begitulah juga Maulana Saidi Syech Bahauddin Naqsyabandi meriset Kalimah Allah itu, menonjolkan hukum-hukumNya dalam mengamalkan Kalimatullahi hiyal ulya, yang di dalam AlQuranul Karim pasti nyata adanya, tetapi tersirat, kadang-kadang tersuruk, atau tersembunyi, karena halusnya,dalam dan tingginya.

Dan kami sendiri meneruskan riset itu selama 35 tahun lebih dan menguraikan dengan ilmu-ilmu yang up to date, yaitu menurut hukum-hukum ilmu pasti dari teknologi modern dewasa ini. Inilah dia keterangan sekedarnya dari Thariqat Naqsyabandi, yang intinya adalah berdzikir kepada Allah sebanyak banyaknya, berkekalan, dengan memakai suatu methode (Thariqat = Cara = Jalan = Cara pelaksanaan teknis) yaitu : dengan memakai/dengan mempergunakan frequensi yang dimiliki Rohani Rasulullah yang hidup pada sisi Allah, Huwal awwalu wal akhiru, frequensi mana terdapat melalui frequensi dari pada Rohani para Ahli Silsilah termasuk Rohani Mursyid, sehingga dengan memakai frequensi itu Rohani kita detik itu juga dapat hadir pada Allah SWT dan kemudian barulah kita berdzikir, dan barulah pula kita menegakkan Shalat. Inilah dia yang dikatakan Wadzakarasma Rabbihii fashallaa, dan tegaklah Ash-Shalaatul mi’rajul Mukminiin yang sangat Khusyu’ dan indah sekali.

Sekian penerangan ringkas inti dari THARIQAT NAQSYABANDI ala kadarnya.

Walaupun ini kelihatannya sangat ringkas dan simple dalam uraiannya, namun hikmahnya dan buahnya adalah begitu dalam dan luas, sehingga benar-benar patut sekali untuk itu didirikan satu buah Fakultas, dimana seluruh ilmu, experimen-experimen,teori-teori tinggi,praktek-prakteknya yang mengagumkan, dapat dilaksanakan, demi kebesaran Kalimatullahil hiyal ulya, begitulah luasnya dan dalamnya Kalimah Allah itu.

To explain one word of God (Kalimah Allah) science needs thousands ol years for it to explain. Allahu Akbar !

Hadits Qudsi :

قال الله تعالى : لااله الاالله كلامي وانا هومن قالها دخل حصن ومن دخل حصن امن من عقابي

Qaalal laahu ta’aala : Laa ilaaha illallaahu kalaami wa ana huwa, man qaalaha dakhala hishni, waman dakhala hishni aamina min ’iqaabii.

Artinya: Laa ilaaha illallah (Kalimah Allah) itu adalah perkataan Ku dan ia adalah Aku, siapa yang menyebutnya masuklah ia ke dalam BentengKu, siapa yang masuk dalam BentengKu, terpeliharalah ia dari segala siksaanKu. (Menyebutnya harus dengan methode, baru dapat masuk dalam Benteng Allah SWT.)

Dan berpuluh-puluh ayat dan hadits-hadits yang lain-lain lagi dapat diuraikan secara ilmiah exact yang sangat memuaskan.

Sebagai kesimpulannya ialah : Semua Ayat-ayat Alquran, agar dapat direalisir, agar dapat ter-ujud, agar dapat menjadi kenyataan yang sebenar-benarnya secara akademis teknologis harus dan wajib memakai suatu methode dalam pelaksanaan amalan prakteknya, methode mana dalam bahasa AlQuran disebut THARIQAT, methode mana / THARIQAT mana, harus syah dan diakui oleh Allah SWT, karena berdasarkan Ayat-ayat AlQuran dan Hadits Rasulullah SAW sendiri. Jika demikian semua Hadits dan Ayat-ayat tersebut niscaya/pasti akan berbuah secara rieel dan nyata mulai di Dunia ini juga, dan berkelanjutan sampai ke Akhirat dan yang unik lagi dapat pula difahamkan dengan akal, akan Hukum-hukum mutlak dan kekuatan Kalimah Allah itu, justru karena dewasa ini, dapat pula diuraikan dengan cara ilmu Science Exact, hingga tak dapat dibantah atau ditolak oleh siapapun juga, ilmu mana dimasyhurkan dengan ilmu Metaphysika Islam (atas dasar exacta).

Dengan sangat menakjubkan sekali, dewasa ini dengan ilmu Metaphysika, Hukum-hukum mutlak tersebut jelas dapat dipahamkan oleh para intelektual dan oleh karenanya mereka dengan rajin sekali bersedia dan suka sekali mengamalkan Dzikrullah dengan methode THARIOAT demi kejayaan dan ke - Akbaran Al Islam Mulia Raya dan demi kejayaan Kaum Muslimin sendiri di muka Bumi ini.

Keadaan semua ini, selama ini ternyata sungguh-sungguh "asing” bagi Kaum Muslimin sendiri ! Benar-benar mengharukan ! Keadaan mana semestinya adalah sangat wajar, sangat normal, bukan luar biasa sama sekali bagi Kaum Muslimin, sebagai Khalifah Allah yang sebenar-benarnya di atas Bumi, yang semestinya sangat akrab berhampir pada Allah itu sendiri, sehingga mengimbaslah tanda-tanda kebesaran-kebesaran Allah itu pada Para Khalifah-Nya, yaitu para Mukmin sejati, para Muttaqiin, para Shalihin, para Mursyidana (Ulama—uIama Allah) yang lidah/hatinya senantiasa berisi dan basah dengan Dzikrullah .Allahu Akbar!

Secara ilmul yakin, Ainal dan Haqqul yakin, kita dapat mengerti sejelas-jelasnya,serta dapat menyaksikannya lahir bathin, bahwa AlIslam sebagai Project Allah Ta'ala, sungguh-sungguh Maha Sempurna dan Maha hebat ! Al Islam mulia raya.

Kalimah Allah antara lain adalah :

  1. Maharaja diraja dari segala Ilmu Kebathinan di Dunia & Akhirat.
  2. Maharaja diraja dari segala Ilmu Psikologi/Para Psikologi dan Psikiatri dimuka Bumi ini.
  3. Dan last but not least : Al Islam/Kalimah Allah adalah Sumber, Asal-Usul serta pangkal dari semua senjata-senjata yang dahsyat, seperti Atom dan Nuclear dll., yang berarti, bahwa Al Islam /Kalimah Allah itu dapat mengalahkan tenaga-tenaga dahsyat seperti tersebut di atas, bahkan lebih dari itu lagi, ia, Kalimah Allah itu, mampu menghalangi dan menahan datangnya kiamat seluruh jagad ini, Allahu Akbar!

Satu contoh lagi, betapa hebat energi Metaphysika AlQuran antara lain kelihatan dalam satu Ayat berikut ini :

Lau anzalnaa haadzal Qur'aana ‘alaa jabalin lara-aitahuu khaasyian mutashad di’an min khasy-yatil llaah wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa lin naasi la'allahum yatafakkaruun (QS.Al Hasyr : 21).

Artinya : "Andaikata Alqur’an ini kami turunkan di atas sebuah gunung, akan kamu lihat gunung itu tunduk dan pecah berantakan demi takutnya kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu kami adakan untuk manusia agar mereka berfikir”

Betapa dahsyat kekuatan energi yg tersimpan dalam AlQuran.

Sudah jelas tenaga Maha dahsyat yang begini rupa, tidak akan dapat muncul dan dikeluarkan, hanya dengan menyebut-nyebutnya begitu saja, tanpa methode dan tanpa Pimpinan/Guru.

Coba lihat saja para Nabi yang terdahulu ! Beliau-beliau itu, tanpa kecuali termasuk Rasulullah SAW, dan Rasul-Rasul Agung lainnya seperti Musa/Isa, Ibrahim a.s.dan lain-lain bertekun, bersunyi diri, beramal, beribadat ,beri’tikaf, bersuluk berhari-hari, bahkan ada yang berbulan, di tempat-tempat sunyi, ada yang didalam Guha-guha yang sudah jelas tentunya gelap pula lagi, hanya dengan maksud dan tujuannya untuk meng-akrabkan, manghampirkan diri pada Allah SWT, guna memperoleh Keridhaan Allah SWT. dengan pimpinan dari Rohh suci yang dinamakan Malaikat Jibril, yang akhirnya menzahirkan pula pada Beliau-beliau itu.

Dengan usaha sungguh-sungguh yang begitu rupa, barulah ada kemungkinan besar akan munculnya Nur-energi dari pada Ayat-ayat Allah itu, yang akan menjamin utuhnya jagat ini (Laa taquamus sa’atu ) barulah dengan tenaga-tenaga dahsyat ini pada Zaman dahulu itu, Agama At Tauhid dapat mulai didirikan, dan dengan tenaga ini pulalah Agama dapat dimenangkan dan dipertahankan sepanjang masa. Kalau tenaga ini mulai hilang atau pudar pastilah Agama pun lambat laun akan hambar dan pudar pula, seperti lampu kehabisan minyak ! dan akhimya Agama akan tinggal nama saja lagi, Agama akan hilang, Nur Ilahi akan lenyap dan Umat pun pasti binasa dan jagat ini pun akan hancur berantakan, karena “Pasak” Bumi = Nur ilahi - Energi Kalimah Allah - sudah tak ada lagi.

Pemerintahan-pemerintahan manusia, Kerajaan-kerajaan manusia-pun tak ada GUNA lagi maka oleh sebab itu, Insan-Insan yang rajin bertekun, rajin ber-suluk,ber-i’tikaf dll, untuk tujuan semata-mata menghampirkan diri pada Allah SWT, guna meraih keridhaan Allah untuk diri dan untuk manusia-manusia disekelilingnya,termasuk Kerajaan dan Pemerintah, insan-insan yang beginilah yang berkemungkinan besar sekali mendapat Nur dari ilahi, seperti para Nabi tersebut di atas, Insan-Insan yang serius beramal begini rupa inilah yang perlu sekali dipelihara dan dilindungi oleh Kerajaan bukan diintip atau diintimidasi dan lain-lain atau diharamkan Amalannya dan orang-orangnya “dikejar-kejar"masya Allah !

Mereka sudah jelas membawa-bawa tikar sembahyang, bawa telekung, untuk ber-ibadat atau bertobat dan berbuat amal baik untuk diri dan untuk Dunia. Sedangkan manusia-manusia "liar dari Agama" yang pergi ketempat-tempat maksiat dibiarkan bersimaharajalela tanpa dihalang-halangi.

Ah,bagaimana Agama kita sekarang ini !! Bukankah Allah dan Rasul menganjurkan untuk memperbanyak Amal Saleh yang Sunat-sunat disamping amalan-amalan yang wajib-wajib?

Apakah kita masih mau main-main di Dunia, jika kita tahu besok kita akan mati?

Di samping kita berjuang dan berusaha di atas jalan Allah seolah-olah untuk hidup selamanya?

Mohon Pemerintah dan Kerajaan jangan salah pegang! kalau salah pegang ! Pemerintah/Kerajaan itu pasti didatangi bala kutuk. Ini adalah Hukum dalam Hidup dan Kehidupan ! Hukum Allah SWT. Mohon dicamkan benar-benar ! Terima kasih.

Wassalaamu ‘alaikum Wr.Wb.

Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad.

Hadits Nabi:

الإسلام يعلوا ولا يعلى عليه

Al islaamu ya'luu walaa yu'laa ‘alayhi.

Artinya : "Islam adalah sangat tinggi, tiada yang dapat melebihinya".

( HR.Bukhari).

FIRMAN ALLAH yang berbunyi:

Kataballaahu la-aghlibanna anaa wa rusulii, innallaaha qawiyyun ‘aziizun.

Artinya : ”Allah telah menetapkan, bahwa tiada kamus kalah bagi Ku dan Rasul-rasul-Ku. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Gagah.”(QS.AlMujaadilah : 21).

ALLAH berfirman (dalam Hadits Qudsi)

من عادلي وليا فقد اذنته باالحرب

Man’aadalii waliyyan faqad adzantuhu bil harbi.

Artinya : "Barang siapa yang memusuhi penolong-Ku ( WaliKu ) akan Kunyatakan perang padanya” (HR.Bukhari).

قال الله تعا لى: لم يسعني الارضي ولا سماءي ووسعني قلب عبدي المؤمن اللين الوادع

Qaalallaahu ta’aataa : "Lam yasa'nii ardhii wa laa samaa-i wa wassianii. Qalbu ‘abdiil Mukminuun layyinul waadi’.

Artinya : "Allah Ta’ala berfirman : Tak dapat memuat Zat Ku, bumi dan langit Ku, yang dapat memuat Zat Ku ialah Hati hamba Ku yang Mukmin, lunak dan tenang". ( Hadits Qudsi).

Innalladziina yubaayiuunaka innamaa yubaayi’uunallaaha, yadullaahi fauqa aidihim”.

Artinya: "Barang siapa berjanji teguh dengan engkau sebenarnya mereka berjanji teguh dengan Allah, Tangan Allah di atas Tangan mereka”. (QS.AlFath : 10)

URAIAN LANJUTAN TENTANG HAL MURSYID DAN THARIQAT

Pada permulaan kata di atas ada disebut bahwa Mursyid itu ("Diri Rohani" dari sang Pemimpin, bukan Diri Jasmaninya) adalah "Gagah perkasa" dan "tak terkalahkan".

Ucapan ini kedengarannya benar-benar "gamblang" sekali !

Sepintas lalu kelihatannya seolah-olah "Dusta” saja! bahkan seolah-olah mau membodoh-bodohi orang banyak!

Bahkan ucapan itu kelihatannya seolah-olah melanggar AZAS-AZAS, SENDI-SENDI, dan NORMA-NORMA Agama at- Tauhid !

Bukankah kita sejak umur 7 tahun, bahkan sejak lebih muda lagi barangkali sudah dihunjamkan ke dalam "Jiwa" kita, bahwa hanya ALLAH-lah yang Maha Perkasa, yang tak terkalahkan sepanjang masa.

Nah! inilah dia persoalannya yang sebenar-benarnya yang walaupun amal pelik,tetapi harus dapat diuraikan dengan praktis, popular, walaupun harus dengan hati-hati sekali, sangat teliti, karena persoalannya adalah sangat peka, dan tidak boleh melanggar satu zarah pun. Dasar-dasar, ketentuan-ketentuan pokok, atau sendi-sendi, AZAS-AZAS dari Al Islam, sebagai Agama at Tauhid yang paling dahsyat, yang paling tidak mau mengenal kompromi barang sedikit-pun tentang Ke Maha Esaan dari pada Allah SWT. Allah yang Laisa Kamitslihi Syai’un, Allah yang Wahdahu laa syarikalah.

Saudara-saudaraku yang aku kasihi, Kaum Muslimin di seluruh Dunia !

Para Pembaca yang Budiman! Janganlah SANGSI satu Zarahpun pada diriku, Nenek Moyangku adalah Syech-syech yang kenamaan, Ayah Ibuku adalah orang-orang yang taat, apalagi Ibuku, ianya adalah Guru llmu Tauhid sampai berpulangnya kerahmatullah, dan saya sendiri mempraktekkan kehebatan ilmu Tauhid itu selama 35 tahun dengan nyata pada masyarakat ramai di mana-mana, dengan sukses.

AZAS HAKIKI Al Islam yang di atas adalah Nyawa Islam dan NYAWA kita bersama semuanya. Saya sekali-kali tidak berani dan tidak mampu sama sekali walaupun bersama-sama dengan seluruh Dunia dan isinya untuk mengupas soal Tuhan yang Maha Rahasia dan berada di atas segala-galanya itu. Yang saya kupas dan bahas semata-mata kehebatan-kehebatan seseorang yang berhampir pada yang Maha Hebat itu, sebagai bukti nyata dari Ke Maha Besaran Allah SWT itu sendiri Jlka Yang Maha Rahasla tak dapat diriset sama sekali karena Gaibnya, atau karena tak dapat dipikirkan sama sekali karena tak mampu akal dan panca Indra kita mencapainya, tentu saja yang kita riset ialah sesuatu yang dapat berhampir pada yang Maha Rahasia itu ! yang mampu kita pikirkan dengan akal dan panca Indra kita, dan jlka ini sudah dipahami akan dasar-dasar dan prinsip-prinsipnya, atau rahasianya, maka dapat diambil percobaan-percobaan dalam "Laboratoriumnya” dan kalau ini ternyata benar dalam beribu-ribu experimen dan AZAS-AZAS nya tidak mengganggu AZAS-AZAS HAKIKI KE TUHANAN maka barulah ilmu itu dapat diterapkan dalam hidup dan kehidupan, demi kemenangan dan kebahagiaan hidup itu sendiri, sepanjang masa dari Dunia sampai ke Akhirat !

1. Agama Islam adalah Agama Ilmiah/Akal.

2. Agama Islam adalah Agama Amaliah.

3. Agama Islam adalah Agama Tauhid, berdasarkan AlQuran dan Hadits.

Inilah TIGA DASAR UTAMA RISET yang tak boleh ditinggalkan.

Hadits Nabi :

الإسلام علمي و عملي

Al Islaamu ‘ilmiyyun wa ‘amaliyyun ( HR.Bukhari)

Artinya : "Islam adalah llmiah dan amaliah"

Allah berfirman dalam Al Quran :

1. Surat Yusuf Ayat 105.

Wa ka-ayyin min aayatin fissamaawaati wal ardhi yamurruuna alayha wahum anhaa mu' ridhuun.

Artinya : "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya"

2. Surat An Nur Ayat 35.

Wa yadhribul laahul amtsaala linnaas, wallaahu bikulli syai-in ‘aliim.

Artinya : "ALLAH banyak membuat perumpamaan-perumpamaan dalam melipat gandakan petunjuk-NYA kepada manusia. Dan ALLAH Maha Mengetahui segala-galanya. (QS. An Nur : 35) (=artinya masih banyak lagi yang harus di riset).

Contoh :

1. Kalau kita ambil sebagai misal pertama umpamanya sebuah Pohon Besar yang gagah perkasa menjulang tinggi ke Angkasa, dalam sebuah hutan rimba raya, batangnya kokoh, ranting-rantingnya beribu-ribu banyaknya, begitu juga buah, bunga dan daunnya. Kita berpikir dan bertanya, dari mana dan bagaimanakah hidupnya dan makannya pohon semegah itu? Tentu ada pada tubuh pohon itu yang tidak kelihatan, yang menghidupinya, sehingga ia kelihatan begitu megah, segar, bugar,kokoh, kuat ! ! !

Makanan dan minumannya sudah jelas diambilnya dari Bumi yang sudah jelas harus subur pula, via suatu system alat kesatuan yang sempurna berfungsi, yaitu system kesatuan dari urat-uratnya yang tidak kelihatan, karena tersembunyi di dalam tanah.

Kesatuan urat-urat itulah yang menyalurkan makanan dan minumannya sang pohon,mulai dari bagian-bagian yang kasar, sampai pada bagian-bagian yang sehalus-halusnya, terus sampai ke seluruh bagian pohon yang berada di atas tanah, sampai pada bagian-bagian yang setinggi-tingginya, semuanya tercapai oleh system itu, melalui pipa-pipa yang sehalus-halusnya yang dinamakan Capiler atas dasar undangundang Osmose dan diffusi.

Tapi begitu sang urat-urat sakit, maka seluruh pohon itu, kelihatan mulai merana. Tanda bukti, bahwa ada hubungan yang erat sekali antara yang kelihatan dengan yang tidak kelihatan, dan : si Urat tidak men"dua-i"si pohon.

2. Seorang Pendekar Gagah, ahli pedang, berucap : Kalahkan dulu Pedangku ini baru engkau dapat masuk ke dalam rumahku.

Sudah jelas yang dimaksud, adalah si Pendekar dengan pedangnya, yang harus dikalahkan lebih dahulu. Kalau pedangnya masih kelihatan bergaya, tandanya si Pendekar masih perkasa. Tetapi di saat pedangnya kelihatan "loyo" atau "lamban”? itu tandanya si Pendekar sudah mulai melempam/letih. Suatu tanda bukti nyata, bahwa ada hubungan yang erat sekali antara si Pendekar dengan Pedangnya. Dan si Pedang tidak men"dua-i" si Pendekar. Kemudian kita perhatikan pula firman Allah dalam AlQuran (Surat AlMujaadilah Ayat 21).

Kataballaahu laaghlibanna anaa warusulii, innallaaha qowiyyun ‘aziizun.

Artinya : "ALLAH telah menatapkan, bahwa tiada kamus kalah bagi-KU dan Rasul-KU. Sesungguhnya ALLAH Maha Kuat dan Maha Gagah" (QS.AlMujaadilah :21).

Di sini kelihatan pula, bahwa Allah selalu menang, tak ada kamus kalah bagi-NYA, dan Rasul-NYA pun selalu menang dan tak ada juga kamus kalah bagi-NYA, sudah jelas pula, bahwa kalau Allah Gagah, tentu RasulNYA pun Gagah pula, namun Rasul tidak menduakan Tuhan !! dan tidak perlu mesti men"dua"kan Tuhan !!! Hanya Allah sangat maha akrab sekali dengan Rasulnya jauh lebih akrab dari kedua-dua contoh tersebut di atas !!

Sebuah Firman Allah lagi :

Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid.

Artinya : "Dan Kami lebih hampir kepadanya dari pada kedua urat lehernya" (QS. Qaaf: 16).

Pedang si Pendakar, adakalanya masih ada saat berpisah dengan si Pendekar, dan urat si Pohon ada waktunya mesti harus berpisah dengan si Pohon. Tetapi Allah tak pernah dan tak mungkin pernah dapat berpisah dengan Rohani Rasulullah,Arwahul Muqaddasah Rasulullah, siang walaupun malam, selama-lamanya, Dunia Akhirat, tetap tak berpisah, kekal dan abadi sepanjang masa. Karena Nur ilahi tak mungkin berpisah dengan Nur Muhammad! Huwal Awalu, Huwal Akhiru.

Namun tetap Muhammad tidak men"dua-i" Allah dan Muhammad tetap “tidak bersyarikat" dengan Allah. Dan Muhammad bukan ANAK ALLAH.

Untuk menerangkan ini, kita berpedoman pada Ayat Al Quran yang telah disebut di atas yaitu Surat An Nur Ayat 35 :

Nuurun 'alaa nuurin, yahdillaahu linuurihii man yasyaau

Artinya: " Nur Ilahi berdampingan Nur Muhammad, itulah diberikannya kepada manusia yang dikehendaki-NYA ” (QS. An Nur : 35).

Dan lanjutan dan pada Ayat tersebut di atas :

Wa yadhribul laahul amtsaala linnaas, wallaahu bikulli syai-in ‘aliim.

Artinya: "ALLAH banyak membuat perumpamaan-perumpamaan dalam melipat gandakan petunjuk-NYA kepada manusia. Dan ALLAH Maha Mengetahui segala-galanya. (QS. An Nur : 35).

Sebagai petunjuk dan pada Allah melalui Alam ini, agaknya yang paling tepat, kiranya dapat dipakai sebagai QIAS, ialah hubungan antara Matahari dengan Cahaya-nya, yang juga tidak bercerai-cerai siang malam, sedetikpun tidak pernah berpisah.

Kalau Matahari umurnya 1 (satu) juta tahun maka cahayanya pun umurnya 1 (satu) juta tahun pula.

Tidak ada yang mampu sampai pada Matahari, melainkan Cahayanya saja semata-mata ! Juga gas-gas yang seringan-ringannya pun tak sampai, seperti Neon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen semua tak sampai, tetapi Matahari adalah tetap Matahari, bukan Cahayanya, dan Matahari tidak bersyarikat dengan Cahayanya dan Cahaya Matahari bukan pula anak si Matahari (Matahari bukan pria dan bukan wanita).

Walaupun memang Cahaya Matahari terbit dari Matahari, sebagai getaran-getaran longitudinaal dan transversaal dari padanya. (Nur Muhammad terbit dari Nur Ilahi sebagai Fi’il dari Sifat, Zat Allah SWT) lihat AlHikaam, Tanwir Qulub, Hidayatussalikiin.

Para Pembaca yang Budiman,

Rasanya telah tibalah saatnya untuk menguraikan tentang hal MURSYID itu, sebagai Pokok Persoalan dan sebagai hal yang sangat penting, dan Muthlak dalam melaksanakan peramalan dzikrullah dengan memakai methode Thariqat(C.q. Thariqat Naqsyabandi).

Agar semuanya menjadi jelas, sebaiknya leblh dahulu kita mulai dengan meneropong Diri Pribadi Rasulullah S.A.W. sendiri, karena Diri Rasulullah itulah PANGKAL dari segala yang HAQ dalam Agama Al Islam! Kita menganalysa Diri Beliau bukan saja seperti manusia biasa, tetapi yang maha penting ialah sebagai Rasulullah S.A.W. sebagai Utusan Agung Allah SWT., Rijalullah yang Gagah PERKASA, yang tak ada duanya di Dunia dan di Akhirat Sulthan dari segala Aulia-Aulia Allah dan Junjungan Agung seluruh kaum Muslimin dan Muslimat Dunia Akhirat dll. dll.

Sebagai manusia biasa, sebagai anak Abdullah, kita serupa saja dengan Beliau dalam hal hidup biologisnya, tak ada obahnya sedikit pun. Dalam hal ini tak perlu kita lanjutkan analysa kita.

Seperti juga seorang Professor Internasional, yang tinggi sekali ilmunya, ia nya adalah juga manusla biasa, saperti juga semua manusia di muka bumi ini dalam hal biologisnya.

Apakah yang perlu diwarisi oleh Dunia dari Sang Professor Internasional itu? Tentu saja ilmunya yang begitu hebat yang perlu diwarisi, yang berada dalam Otak sang Professor, ilmu mana disampaikannya melalui (viaa) lisannya pada telinga kita dan terus pula masuk kedalam otak para pendengarnya.

Apa pula yang kita warisi dari anak Abdullah, yang juga sekaligus Rasulullah itu?

Dari Jasmani Beliau, sebagai anak Abdullah, kita tidak mewarisi apa-apa, yang mewarisinya ialah anak-anak (keturunan-keturunan) Beliau dalam hubungan keluarga Jasmaniah Beliau.

Tetapi dari Rasulullah SAW. sebagai Utusan Agung Langsung dari Allah SWT inilah yang maha penting yang harus kita warisi, yaitu Wahyu Ilahi yang di bawa oleh Nurun ’ala Nurin, yahdillaahu linuurihii man yasyaau.

Kita harus mewarisi Wahyu itu secara keseluruhan ! Apa saja yang diterima Rasulullah S.A.W., semua itu boleh dan harus kita warisi ! Karena semua itu di terima Beliau untuk Beliau dan untuk diteruskan pada seluruh ummat di Dunia ! Rasulullah bersabda : "Aku adalah serupa dengan engkau, tetapi aku menerima Wahyu untuk membuat aku dan engkau taat pada Allah SWT."

Jadi kesimpulannya: kalau Rasulullah dari pada Allah menerima Bismillah kitapun harus menerima (melalui lisan Beliau, diteruskan lisan Beliau) juga Bismillah , dan sebagainya, dan seterusnya-dan seterusnya. Tetapi disini kita harus waspada! Kita bukan mewarisi Ilmu Beliau, bukan, Beliau bukanlah seorang Professor ! yang otaknya penuh dengan Ilmu-Ilmu yang tinggi -tinggi, bukan !

Wahyu Ilahi bukanlah Produksi dari otak Rasulullah ! sama sekali tidak ! Dan Wahyu Ilahi bukan pula turun pada Otak Beliau, juga bukan ! Tetapi Wahyu Ilahi turun dengan segala Kebesaran-nya, yang dibawa oleh Nurun 'ala Nurin, pada Roh Rasulullah S.A.W.!

Jadi Wahyu turun bukan pada otak Beliau, sehingga Wahyu bukanlah gubahan otak Beliau sebagai manusia. Wahyu turun pada Alam di atas Alam sadar Beliau! karena getaran-getaran yang maha Ultra-sonor itu dari Nurun 'ala Nurin, yang mempunyai frequensi tak terhingga itu (∞), Rasulullah ikut bergetar! menggigil seolah-olah kedinginan. Kadang-kadang seolah-olah kepanasan, berpeluh, letih, lesu dan sebagainya, dan sebagainya.

Kemudian berbicaralah Beliau dalam bahasa manusia, bahasa Arab, karena Beliau adalah Bangsa Arab, dan yang mendengarpun adalah Bangsa Arab dan di Negeri Arab !

Dan ucapan-ucapan Beliau ini, sebagai Wahyu Ilahi, yang meluncur dari lisan Beliau, inilah yang perlu kita warisi ! secara keseluruhan, lahir dan batin dari Wahyu itu sendiri, jadi bukan lahirnya saja, untuk kita perangaikan dalam hidup dan kehidupan di Dunia dan yang akan kita tompang sampai ke Akhirat kelak, dan yang kita teruskan turun-temurun pada seluruh anak cucu kita secara

murni, lahir batin, selengkapnya, hingga akhir Zaman dan akhir Kalam! Dan semua ini kita terima melalui lisan para Ulama, para Guru-guru kita, tercurah semua dari Otak Beliau-Beliau itu dan kita terima semua itu dengan telinga kita dan masuk, duduk pada Otak kita pula.

Jadi ringkasnya dari Otak Guru ke Otak murid, maka Islamlah murid itu dan tegaklah Rukun Islam yang lima. Namun Islam belum tembus sampai pada Roh kita, yang juga adalah positif kita juga.

Otak kita tidak mampu menembuskan Islam itu sampai pada Roh kita, karena dimensinya berlainan. Begitu juga Otak sang Guru tak mampu memasukkan Islam itu sampai pada Roh kita, karena dimensinya berlainan.

Yang mampu memasukkan ataupun menuangkan Islam itu ke dalam Roh kita, adalah Rohani Guru, yaitu Guru yang telah penuh pula Rohaninya berisikan Nurun 'ala Nurin yang disalurkannya pula dari Rohani Guru-gurunya dan seterusnya, yang akhirnya tiba pada saluran yang pertama yaitu dari pada Rohani Rasulullah S.A.W.

Barulah kita menerima Islam itu, Wahyu itu, lengkap lahirnya dan bathinnya, seperti Rasulullah menerimanya dari Allah SWT., melalui Roh Beliau, hingga Rohani Beliau, murni semurni-murninya, berisikan Nurun ‘ala Nurin. Dan Shalat yang didirikan, Niat yang didirikan, dikendalikan oleh Roh yang berisi Nurun ’ala Nurin (: Kalimah Allah Haqiqi yang bergetar). Barulah mampu Khusyuk akan Shalat itu, yang selama ini Shalat yang diidirikan dapat di infiltrasi oleh iblis yang masuk dalam Roh seseorang, karena kosong dari Nurun ‘ala Nurin (= Kalimah Allah Haqiqi yang bergetar).

GURU YANG ROHANI-NYA BERISl DENGAN NURUN ‘ALA NURIN INILAH YANG DINAMAKAN MURSYID.

SEGALA KEHEBATAN SANG MURSYID ADALAH KEHEBATAN DARI PADA NURUN ‘ALA NURIN (= GETARAN DAHSYAT KALIMAH ALLAH, FREQUENSI YANG MAHA ULTRA SONOR, yang tersalur tahqiq, via Rohani para Mursyid yang berada di atasnya pula (= Rohani para Ahli Silsilah yang di atasnya) yang langsung pula, tak bercerai-cerai, dengan Arwahul Muqaddasah Rasulullah S.A.W., yang khalis mukhlisin, sebagai "Central Big Conductor", yang maha-berhampir, tak bercerai-cerai dari hadirat Allah SWT. yang Maha Akbar dan Maha Perkasa !!!

Wanahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid (QS.Qaaf :16)

Jika energi yang maha dahsyat ini dihadapkan pada Dunia sebagai lawan, Duniaakan musnah, juga Bom Atom, Bom Nuclear dan lain-lain, tak ada artinya sama sekali terhadap-NYA, bahkan bahaya Kiamat jagat inipun akan lenyap, jika dihadapkan pada energi yang Maha Positif dari yang Maha-Maha Akbar ini, yang tersalur dari saluran Haq-nya, yaitu Arwahul Muqaddasah Rasulullah S.A.W., yang terus “sambung-menyambung" dengan Rohani para Shalihin dan Shiddiqin, secara sangat akrab dan maha halus (= maha dekat), dan oleh karenanya, detik itu juga, telah hadir, stand-bye terhadap “sasaran-sasarannya" Rumus Aljabamya:

Dunia, Atom, Nuclear, Kiamat, Bala, iblls, Setan dan lain-lain : ∞ = 0

: (baca dibagi)

(= Nurun ‘ala Nurin, Kalimah Allah yang Maha dahsyat yang bergetar dengan frequensi Maha ∞).

Lau anzalnaa haadzal qur-aana ‘alaa jabalin lara-aitahu khaasyian mutashad di’an min khasy-yatillaah wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa lin naasi la'allahum yatafakkaruun (QS.Al Hasyr : 21).

Artinya : "Andaikata Alquran ini, kami turunkan di atas sebuah gunung, akan kamu lihat gunung itu tunduk dan pecah berantakan demi takutnya kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu kami adakan untuk manusia agar mereka berfikir".

Inilah dia Maha Energi dari pada Allah SWT., yang disalurkan Musa a.s. yang Perkasa untuk "membelah" lautan dan lain-lain, inilah dia Qodrat dari pada Allah SWT., yang disalurkan Isa a.s. yang khalis mukhlisin untuk menghidupkan orang mati dan lain-lain dan inilah dia benteng lbrahim a.s. yang dahsyat untuk menghadapi api Namrud yang menggunung, dan last not but least, inilah dia Qodrat ilahi, yang disalurkan para Mukmin Sejati, para Khalifah Allah, yang sederetan duduknya dengan para Rasul (QS. Annisa : 69) membentengi Diri dari Neraka Dunia dan Akhirat,yang tidak dapat dibenteng dengan hanya menyebut-nyebut Ayat-ayat AlQuran, tanpa ditingkatkan pelaksanaan tekniknya, yaitu mengikutsertakan Qodrat ilahi di dalamnya, yang harus dan mesti dilaksanakan dengan suatu methode Spirituil, yang dinamakan THARIQAT, yang harus dilatih dan dimatangkan, di bawah Pimpinan para Ahli Silsilah, (Mursyidana) sebagai Pewaris-pewaris dan Khalifah-khalifah Allah dan Khalifah-khalifah Rasulullah, yang mewarisi Nurun 'ala Nurin, disamping mewarisi Ayat-ayat AlQuran dan AlHadits, Rasulullah S.A.W. yang tersurat dalam Kitabullah.

Barulah Al lslam Mulia Raya, dengan realitas yang sebenar-benarnya, berdiri dengan jayanya serta megah dan Perkasa, yang harus dimulai dalam Diri Hati Sanubari Prlbadi sendiri masing-masing, dimana Tauhid yang sebanarnya harus berpangkal, bersumber dan bersemayam !

Hadits Qudsi.:

قال الله تعا لى: لم يسعني الارضي ولا سماءي ووسعني قلب عبدي المؤمن اللين الوادع

Qaalallaahu ta'aalaa : "Lam yasa’nii ardhli wa laa samaa-ii wa wassianii qalbu ‘abdil Mukminuun layyinul waadi’

Artinya : “Allah Ta'ala berfirman : Tak dapat memuat Zat Ku, bumi dan langit KU; yang dapat memuat Zat Ku, ialah Hati hamba Ku yang Mukmin, lunak dan tenang". ( Hadits Qudsi).

Wadzkur rabbaka fi nafsika tadharru’an wa khlifyatan wa duunal jahri minal qauli bil ghuduwwi wal ashaali wa laa takun minal ghaafiliin

Artinya ; "Ingatlah Tuhan engkau dalam hati, dengan hormat dan takut, dengan tidak bersuara terus-menerus (berkekalan), janganlah engkau termasuk orang yang lalai (QS.Al A'raaf ayat 205 ).

Di bawah ini kita tuliskan beberapa Ayat AlQuran dan Al Hadits berkenaan dengan halaman-halaman yang terdahulu :

Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid.

Artinya : "Dan kami lebih hampir kepadanya daripada kedua urat lehernya" (QS.Qaaf : 16).

لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقىٰ عَلَى وَجْهِ الاَرْضِ مَنْ يَقُوُلُ اللهُ اللهُ

Laa taquumus saa’atu, hattaa laa yabqaa’alaa wajhil ardhi man yaquulu Allah,Allah.

Artinya "Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah. ( Hadits Riwayat Imam Muslim).

Kalimah Allah, ternyata di sini, sebagai Benteng Yang Maha Kuat, hingga mampu menggagalkan akan Kiamat jagat ini.

Tentu saja menyebut Allah, Allah ini harus mempunyai methode spirituil yang dapat menghasilkan tenaga Maha Dahsyat tersebut di atas.

Satu lagi ucapan Rasul:

بِسْمِ اللهِ الذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌُ مَا فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّماءِ

Bismil laahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i

Artinya : "Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa-apa yang di langit dan di bumi ialah bagi orang yang beserta dengan nama-Nya".

Di sini kelihatan pula bahwa Kalimah Allah Benteng yang tidak dapat ditembus oleh tenaga apa saja pun di Bumi dan di Langit, termasuk Neraka Dunia dan Akhirat.

Sudah jelas pemanfaatan Kalimah Allah ini harus melalui suatu methode Spirituil.

Surat An Nisa' Ayat 69.

Wa man yuthi-’illaaha war rasuula Fa-uulaaa-ika ma’alladziina an’amallaahu ‘alaihim minannabiyyiina wash shiddiqiina wasy syuhadaaa-i wash shaalihiina wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa.

Artinya : "Barang siapa mentaati ALLAH dan Rasul maka mereka itu bersama-sama dalam deretan orang-orang yang diberikan ALLAH Kurnia kepada mereka yaitu Nabi-nabi, orang-orang yang benar, orang-orang syahid dan orang-orang yang shaleh. Adalah sebaik-baiknya bersahabat dengan mereka. (QS.Annisa’ Ayat 69)

Di sini nyata bahwa para Khalifah Allah, Mukmin Sejati, dan mereka yang telah menerima Nuurun ‘alaa Nuurin, yahdillaahu linuurihii man yasyaa-u, satu deretan duduk bersama-sama para Nabi-Nabi.

Para Pembaca yang Budiman !

Kami telah berusaha sedaya-upaya kami untuk menguraikan ala kadarnya tentang Amalan Dzikrullah dengan methode Thariqat dan juga mengupas ke”mysterius"-an soal Mursyid yang ternyata sama sekali tidaklah mysterius. Sudah jelas uraian yang begini rupa, tidak akan mampu dimengerti oleh orang-orang pada Zaman dahulu,maka oleh sebab itu mereka disuruh saja beramal dengan system Thariqat, tanpa komentar lebih lanjut.

Seperti juga Ilmu Keluarga Berencana para medis, mana mungkin dapat dipaparkan secara ilmiah medis pada orang kampung yang bula huruf.

Suruh saja mereka melaksanakannya, tanpa komentar ilmiah lebih lanjut ! Tetapi jangan ditanya, ia tak akan dapat menjawabnya.

Para Pembaca yang Budiman.

Dengan terbukanya "Rahasia" diri MURSYID, yang ternyata berisikan Nurun 'alaNurin yang diterlmanya dari pada Para Ahli Silsilah sambung-menyambung, sampai dari pada Rasulullah S.A.W. yang semuanya ini terlaksana dalam keadaan yang sehalus-halusnya, bahkan tak terhingga halusnya (∞ ), bahkan jauh lebih halus lagi dari “ether” alam semesta yang "impounderable”, yang menghubungkan alam semesta, yang kadang-kadang berjarak yang tak terhingga jauhnya, sehingga menjadi sangat dekat, maka "analog” dengan itu, begitu pulalah akrabnya dan hampirnya Rohani MURSYID dengan Rohani Rasulullah hingga tak bergenggang dan tak bercerai satu-sama lain, walaupun berabad-abad jauh antaranya, karena jarak dan waktu tidak menjadi soal bagi faktor yang tak terhingga (∞ ), semuanya menjadi 0 (nol), sesuai pula dengan ayat AlQuran Wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid (Surat Qaaf ayat 16).

Sehingga tidak ada kamus jauh dalam ukuran jarak dan waktu antara Rohani Sang MURSYID dengan Rohani Rasulullah dan Rohani sekalian Ahli Silsilah.

Dan karena Rohani Rasulullah sendiri sangat akrab pula, keakraban mana adalah juga dalam ukuran yang tiada terhingga, dengan Hadirat Allah SWT., maka Rohani Sang MURSYID walaupun berlapis-lapis dengan Rohani Ahli Silsilah dan Rasulullah, dengan sendirinya, tidak pula bergenggang dengan Hadirat Allah SWT.

Dengan uralan ilmiah ini, kita telah menemukan Rahasia ke-Tuhanan yang MAHA BESAR, karena di muka kita sekarang terbuka Channel dan Frequensi dalam pelaksanaan teknis hubungan langsung dengan Allah SWT., yang selama ini, walaupun seluruh umat bercita-cita mencari hubungan langsung kepada Allah secara awam, yang tidak mungkin dapat terwujud, karena tidak mengetahui cara pelaksanaan teknisnya atau "Kaifiat"-nya, sehingga hubungan langsung awam itu, tidak mungkin dapat terwujud.

Sabda Rasul ( Hadits qudsi) : Sesat engkau sekallan, hatta yang Ku beri Taufiq

Abu Dzar r.a. berkata : Nabi S.A.W. bersabda,Allah ta’ala berfirman :

يا عبادي كلكم ضال الا من هديته

Kemudian Firman Allah dalam Surat Saba' ayat 13.

Artinya : "Dan sedikitlah Para hamba-Ku yang benar-benar bersyukur.

Di dalam Kitab Ihya Ulumuddin kita baca :

1. Siapa yang mengenal akan Dirl, dia mengenal akan Tuhan.

2. Siapa yang mengenal akan Tuhan, binasa Diri.

3. Diri insan itu adalah RahasiaKu.

4. Dan DIRIKU adalah Rahasia Insan.

Para Pembaca yang Budiman,

Uraian di atas tadi, adalah dengan sendirinya sudah merupakan pemecahan dari soal no. 1 s/d no. 4.

Insan yang dimaksud, bukanlah diri dari manusia lahiriah, karena kalau ini yang

dimaksud tentu saja seorang Atheis yang ahli Anatomi dan Psikologi akan lebih mampu mengenal akan diri yang dimaksud itu, sedangkan ia nyata benar tidak berTuhan.

Oleh sebab itu, sudah jelas yang dimaksud dengan Rahasia Diri Insan itu, adalah Diri Rohani Arwahul Muqaddasah Rasulullah SA.W. yang unsurnya/ getarannya ada dalam Diri Rohaniah Sang MURSYID.

Rasulullah Bersabda pula dalam Hadits Qudsi :

ان الدعاءموقوف بين السماءوالأرض لايصعد منه شيئ حتى تصلي على نبيك

Artinya : "Tidak Ku kabulkan do'a seseorang, tanpa shalawat atas Rasul Ku.Do’anya tergantung di awang-awang." (H.R.Tarmizi)

Terjemahan Akademis : "Tidak engkau mendapat akan FrequensiKu tanpa lebih dahulu mendapat frequensi RasulKu.

Ternyata Rasulullah itu adalah “The Big Conductor” kita pada Allah SWT.

Konklusi :

Tidak akan mungkin engkau ada hubungan langsung dengan Allah tanpa lebih dahulu menemukan Frequensi-Nya yang berada dalam Diri Rohaniah Rasulullah S.A.W. yang tidak bercerai-cerai pula dengan Diri Rohani segala Ahli Silsilah, termasuk Diri Rohani Sang MURSYID.

Para Pembaca yang Budiman.

Kiranya Para Pembaca yang Budiman janganlah beranggapan bahwa Diri yang dimaksud di atas adalah termasuk Dirl Pribadi saya. Bukan sekali lagi bukan !

Diri yang dimaksud itulah yang perlu kita cari bersama, kalau Diri itu dapat kita temui,gabungkan pulalah Diri Rohani-mu ke dalam Diri Rohaninya sehingga terbuka Channel dan Frequensimu LANGSUNG KEHADIRAT ALLAH SWT. (Ini adalah menurut DASAR-DASAR ILMU RADIO AKTIVITY)

Kemudian barulah di situ kita bersujud bersama-sama, berimam-imam Kehadirat Allah SWT., di dalam Ash Shalatul Mi’rajul Mukminiin dalam Shalat IHSAN yang sangat indah dan sangat Khusyu’ !

Untuk mencapal Channel dan Frequensi yang tersebut di atas, methode-nya adalah berDzikir sebanyak-banyaknya dalam Frequensi Sang Mursyid sebagai Khalifah dari pada Rasulullah yang mewarisi dan yang Frequensi Rohaninya telah tergabung dengan Frequensi Rohani Rasulullah S.A.W.

1. Al-Hikam menyebutkan : "Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah bersabda : Para Wali-Ku di bawah naungan-Ku, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang Wali, kecuali jika ALLAH memberikan Taufiq Hidayah-Nya. Supaya ia Iangsung juga mengenal kapada ALLAH dan kebesaranNya yang diberikan kepada seorang manusia yang dikehendakiNya".

2. Dalam A-Hikam diceritakan pula : "Sahl bin Abdullah ketika ditanya oleh muridnya: Bagaimanakah mengenal Waliyullah itu? "Jawabnya : Allah tidak memperkenalkan mereka, kecuali kepada orang-orang yang serupa dengan mereka, atau kepada orang yang bakal mendapat manfaat dari mereka (yakni untuk mengenal dan mendekat kepada ALLAH). Rahmat kebijaksanaan ALLAH telah menetapkan, para Wali itu dengan hijab basyariyah (kebiasaan manusia).

Komentar :

Dalam ilmu sifat 20 ada tertulis : "Harus" Rasulullah itu bersifat manusia, dengantidak mengurangkan martabatnya yang maha tinggi (Syaikh Thohir bin Saleh Aljazairi AlJawahirul Kalamiyyah terjemahan Dja‘far Amir, Penerbit Raja Murah Pekalongan, halaman 59 - 60).

Para Pembaca yang Budiman.

Kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Dunia yang saya kasihi.

Terbukalah sekarang tabir bagi kita Kaum Muslimin bahwa : Apapun nama Agamanya sebelum Al Islam diturunkan, Agama-agama yang terdahulu dari Islam, walaupun bagaimana Indahnya Agama itu kelihatan sekalipun, sekarang sudah jelas mau tidak mau harus dibatalkan oleh Allah SWT., karena ibadatnya tak sampai tembus lagi pada sisi Allah SWT, justru karena Channel dan Frequensinya telah hilang lenyap dan kabur, karena Pewaris-pewaris tahqiq dari pada "Rohani" para Rasul-Rasul-Nya tidak ditemui lagi sudah habis semua. Agama-Agama itu telah menjadi Kebudayaan Manusia belaka semata-mata, tanpa disadari.

Maka oleh sebab itu Allah SWT menurunkan Al Islam Mulia Raya, sampai pada akhir Zaman, karena Islam masih mempunyai pewaris-pewaris rohani Rasulullah yang senantiasa berDzikir : Allah, Allah, dengan methode pelaksanaan teknisnya,sehingga Kiamat Dunia masih belum terjadi, namun dimana saatnya tiba nanti, dimana segala Pewaris-pewaris Rohani Rasulullah itu dipulangkan ke Kampung Abadi,pada sisi Allah SWT., yang bersamaan dengan diangkatnya Rahmat Baitullah, maka kehancuran Dunia pasti terwujud dan menjadi kenyataan. Namun sebelumnya, Tuhan pasti memberikan kepada Dunia LAMPU MERAH sebagai “WARNING" DARI KALAM ALLAH yang maha dahsyat. Harap kita perhatikan bersama ! Olah sebab itu, marilah kita dengan sungguh-sungguh merenungkan "Kedalaman" Al Islam Mulia Raya,dari sudut Tasawwuf dan Sufinya jangan ketinggalan pula, semoga terbuka hijab kita, dan Allah SWT. Menurunkan Rahmat-Nya berupa Taufiqdan Hidayah -Nya yang Maha Akbar, yang menyelamatkan kita, Jasmani dan Rohani kita, keluarga kita kampung halaman kita, Negara dan Kerajaan kita, sampai akhir hayat kita, dan sampai terus menyeberang ke Alam Baka, selalu kiranya Bahagia dan Sejahtera beserta dengan Allah SWT., sesuai dengan Ayat AlQuran :

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah irji’ii llaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah fadkhulii fii ‘ibaadii wadkhulii jannatii.

Artinya : “Hai nafsu (jiwa) yang tenang (suci), Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dengan (hati) ridha dan diridhai (Tuhan). Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kamu kedalam SurgaKu" (QS.AlFajru, ayat 27 - 30).

Semoga menjadi kenyataan pula, Ayat Alquran :

Fa ainamaa tuwalluu fatsamma wajhullaah. "

Artinya : "Kemana kamu menghadap maka disanalah wajah ALLAH” (QS. Al Baqarah Ayat 115).

Sekian ! Terima kasih.

Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad.!

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidina wa maulanaa Muhammad !

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa habiibina wa syafiina wa dukhrina wa maulanaa Muhammad !

Hormat kami,

Prof. DR. Haji Kadirun Yahya

CATATAN-CATATAN;

Firman Allah :

Wa man yuthi’illaaha war rasuula Fa-uulaaa-ika ma'al ladziina an’amallahu ‘alaihim minan nabiyyiina wash shiddiqiina wasy syuhadaaa-i wash shaalihiina, wa hasuna ulaaa-ika rafiiqan.

Artinya : "Barang siapa menta'ati ALLAH dan Rasul, maka mereka itu bersama- sama dalam deretan orang-orang yang diberikan ALLAH Kurnia kepada mereka yaitu Nabi-Nabi, orang-orang yang benar, orang-orang syahid dan orang-orang yang shaleh. Adalah sebaik-baiknya bersahabat dengan mereka." (QS. Annisa' Ayat 69).

Komentar :

Bersahabat dalam arti bukan saja semasa hidup di Dunia yaitu antara Jasmani dengan jasmani, tetapi yang lebih penting, yang selalu dilupakan, adalah bersahabat antara Rohani dengan Rohani, yang merupakan persahabatan yang tidak akan bercerai-cerai dan akan tetap bersahabat, walaupun mungkin yang seorang telah mendahului berpulang ke Alam Baka dan telah menjadi penghuni SURGA PADA SISI ALLAH SWT. Karena mereka yang sederetan duduknya dengan Para Nabi, Syuhada, Sholihin, pastilah pada akhir katanya tak mungkin lupa menyebut / mengingat akan ALLAH, karena selama hayatnya di Dunia, Dzikrullah itu telah dilatihnya sedemikian rupa, sebanyak-banyaknya dan tidak henti-hentinya/istiqamah,dengan methoda yang tepat sehingga dzikrullah itu telah MERAGA SUKMA DALAM DIRINYA, tembus hingga ke Alam di bawah sadar dan Alam di atas sadarnya!!

Sesuai Hadits Qudsi :

من كان اخرالكلامه لااله الا الله دخل الجنة

Man kaana aakhirun kalaamihi laa ilaaha illallah dakhalal jannah

Artinya: "Barang siapa yang pada akhir katanya laailaaha ilallah, masuklah ia ke dalam SURGA."

Wa'lamuu annallaaha ma'al muttaqiin.

Artinya : "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang taqwa" (QS.Attaubah : 36).

Kesimpulan :

1. Besertalah selalu dengan orang taqwa karena ALLAH beserta dia.

2. Orang taqwa selalu dipelihara ALLAH dari segala bala dan bencana.

3. Kalau kita masih kalut tandanya kita belum taqwa, belum disertai ALLAH.

HaditsNabi:

كن مع الله فإن لم تكن مع الله كن مع من مع الله فإنه يصيلك الى الله

Kun ma’allaahi fain lam takun ma‘allaahi fakun ma‘a man ma'allaahi fainnahu yushiluka ilallaahi. (Rawahu Abu Daud).

Artinya: "Adakanlah (jadikanlah!) dirimu itu beserta ALLAH, jika engkau (belum bisa) menjadikan dirimu beserta ALLAH, maka adakanlah (jadikanlah) beserta orang-orang yang beserta ALLAH, maka sesungguhnya,(orang itulah) yang menghubungkan engkau kepada ALLAH (yaitu Rohaninya)". (H.R. Abud Daud)

اذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالو وما رياض الجنة قال حلاق الذكر

Idzaa marartum biriyaadhil jannati, farta’uu .Qaaluu wamaa riyaadul jannati ? qaala: HILAQUDZDZIKRI

Artinya: "Apabila kamu melalui Taman Surga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya ! Bertanya Para Sahabat : apakah Taman Surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul:“Yaitu Halqah-Halqah Dzikir” (Halqah-Halqah ialah bundaran orang banyak duduk berkeliling). (Hadits Riwayat At Tarmizi)

بدأالاسلام غريبا وسيعود كما بدأ غريبا فطوبى للغرباء

Bada-al islaamu ghariiban wa saya-'uudu kamaa bada-a ghariiban fa-thuuba lil ghurabaa-i (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).

Artinya : “Permulaan Islam itu asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing.

Komentar :

Sudahlah wajar sebenarnya seorang Mukmin Sejati yang taqwa pada Allah (=yang dihampiri oleh Allah) dapat menunjukkan kebesaran-kebesaran Tuhan itu yang dianggap oleh sebahagian orang Islam pada akhir Zaman ini sebagai “asing” dan "ganjil". Sesungguhnya ini adalah mengharukan.

Ayat AlQuran :

Artinya "Hai orangrorang yang beriman !Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu, adalah dosa.Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain (QS. AlHujurat :12).

Catatan kaki--------------------------

1Ada pula pernah diissukan, bahwa salah seorang dari Guru saya adalah H. Jalaluddin, Masya Allah ! ini sangat bertentangan dengan keadaan yang sebenar-benarnya.Berkali-kali, dengan lisan dan tulisan, H. Jalaluddin meminta, agar ianya dapat diakui atau diterima sebagai murid oleh saya sendiri, tetapi saya tetap belum dapat mengabulkan akan permintaannya tsb. sampai akhir hayatnya, karena Thariqat yang dibawakannya nyata benar jauh berlainan sekali dengan Thariqat Murni asal Jabal Qubis Makkah, yang saya emban.

Dan saya tahu benar-benar akan H, Jalaluddin, karena beliau adalah Mertua saya sendiri (Ayah kandung dari istri saya, Hj. Ummul Habibah).

2Galileo Galilei berucap : Matahari diam ia hanya berputar pada as-nya, ia tidak berputar mengelilingi Bumi, tetapi Bumi yang mengelilingi Matahari sambil berputar pada asnya, sepintas lalu ucapan Galilei itu kedengaran Dusta karena kelihatannya bertentangan dengan kenyataan dan kebanyakan Manusia masih menganggap begitu.

.

2 komentar:

illuzi illuh mengatakan...

terimakasih untuk postingannya.
saya mahasiswi filsafat univ pancabudi medan.
bila boleh bertanya, kapankah naskah ini diterbitkan?
dan mengapa prof, dr H Khadirun Yahya menuliskan naskah ini,
terimakasih.

Hashim Razali mengatakan...

Serasa saya pada tahun 1980-an, sebagai jawapan kepada persoalan-persoalan seputar tharikat yang ditimbulkan oleh pihak berkuasa di malaysia.